Danau Toba

Di tepian Danau Toba bermalam di Saulina resort setelah menyelesaikan pengecekan BMN yang telah terpasang pada perahu nelayan. Sebanyak kurang lebih 14 paket konventerkit yg telah terpasang dan juga telah dipergunakan oleh nalayan di Kabupaten samosir. 14 paket tersebut sebagai sampling dari 100 paket yang sejak dari awal pengadaan direncanakan sebagai bantuan kepada para nelayan kecil.

Nelayan Kabupaten Samosir sebanyak 100 orang menjadi penerima bantuan termaksud. Nelayan yang mencari ikan di tepian Danau Toba berasal dari tujuh 7 Kabupaten termasuk salah satunya Kabupaten Samosir provinsi Sumatera Utara. Pak sugianto (salah satu agen LPG) dalam suasana ngobrol menyampaikan info bahwa Danau Toba mempunyai panjang 100 kilo meter dan lebar 30 kilo meter.

Diatas Danau Toba dikelilingi kawah/Kaldera yg sudah beribu taun mengendap, endapan yg tingginya ratusan meter membentuk bukit, di tumbuhi pepohonan. Pada salah satu bukit terlihat yg masih nampak belerang jika kita pandang dari menara pandang hotspring (warung kopi diatas danau Toba).

Sumber belerang tersebut dimanfaatkan dijadikan tempat pemandian air panas. meski saya tidak ikut ajakan pak sugianto untuk mandi air panas.

Sehari dan semalam di Kabupaten Samosir memang tidak bisa mengenal Danau Toba lebih banyak. Danau Toba telah kembali berteriak, untuk dikenal, untuk didatangi, untuk diceritakan, untuk dikagumi sebagai ciptaan Ilahi.

Teriakan bumi Toba mungkin tidak sekeras ribuan taun yang lalu. Teriakan pada bulan Juni 2018 mengajak ratusan manusia menuju kedalaman danau Toba. dan berapakah kedalaman danau Toba yang sebenarnya????

Bulan Juni 2018 terjadi tenggelamnya kapal sinar bangun pada akses penyeberangan dari toba tepian simalungun ke tepian danau Toba Kabupaten Samosir. Teriakan danau Toba menyuarakan kepada seluruh warga indonesia dan dunia untuk datang. untuk membuktikan kedalaman kawah gunung Toba.

Kawah gunung Toba yg dipenuhi air selama ribuan taun membentuk Danau Toba. Kedalaman kawah hanya dicatat sedalam 508 meter seolah tidak bisa diterima oleh bumi Sumatera Utara ini.

Kehebatan peristiwa purbakala berupa letusan gunung Toba sudah mulai dilupakan oleh manusia. kedalaman kawah gunung Toba yg menjadi danau Toba tidak mengherankan manusia lagi. Toba tidak dikagumi sebagai ciptaan yg menunjukkan kebesaran Ilahi.

Kejadian Juni 2018, ratusan penumpang KM Sinar Bangun masih berada di dasar danau Toba sebagai pengingat bahwa kebesaran Ilahi atas peristiwa alam di kawah gunung Toba.

Ribuan tahun lalu, kebesaran Ilahi ditunjukkan dari letusan 🌋 gunung Toba dengan ketinggian letusan lebih dari 2800 kilo meter ke atas. hampir separo dari bumi mendengar dan merasakan letusan gunung Toba pada 1300 an taun yang lalu.

Alhamdulillah kesempatan ini saya mendapatkan pengalaman luar biasa untuk berkenalan langsung dengan Danau Toba. Kesempatan emas yg mungkin bertahun tahun dapat berulang kembali ke bumi tiba ini. Maka dikesempatan ini saya ikut menambah suara Danau Toba.

Indonesia menyuarakan Toba dengan melakukan pembangunan infrastruktur, dimulai dari Bandara Silangit yg berada di Kabupaten siborong borong dijadikan bandara internasional, dan ketika saya datang (Senin, 31 Oktober 2018), masih tahap pembangunan.

Jalan ke arah Toba, antar kabuten yg saya lalui sejak bandara silangit menuju samosir, mata ini menabrak gambar mesin pengeruk tanah. Lebar jalan menjadikan mobil berderet jika akan mendahului. Lebar jalan ditambah sehingga jalan lancar, rejeki manusia sekitar danau Toba juga lancar, ekonomi bergerak lancar. semoga

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar