
Pulang kampung kali ini bersamaan dengan musim Mudik Lebaran. Meski belum genap dua bulan setelah 5 april kemaren pada tautan berikut: https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/04/08/ke-sleman-lagi/?preview=true
Setelah menutup gelaran malam ramadhan sejak tanggal 5 Mei s.d. 1 Juni 2019 terdiri dari takjil, ceramah sebelum tarawih berjamaah dan tadarus Allah Qur’an di Mushola Allah Ukhuwah Perumahan Villa Tanah Baru, maka pada 2 Juni ba’da shubuh meluncur ke Sleman.
Persiapan kendaraan jasa Service di Auto 2000 Toyota Krida Cilandak Timur pada 31 Mei 2019 melakukan ganti Oli dan kampas rem pada KM 41.046. Meski gratis jasa service (diganti jasa 50.000) namun untuk pembayaran sebesar 1.209.898.
Rekomendasi servis berikutnya pada KM.60.000 dimana servis sebelumnya di KM 34 ribu pada sembilan bulan yang lalu (Agustus 2018) dengan biaya sebesar 1.339.850 di Nasmoco Mlati.
Kurang lebih tabuh 05.30 meninggalkan rumah VTB dan menyusuri jalan ke arah yogyakarta. Bisa dibilang perjalanan ini mencatatkan rekor terbaru waktu tempuh yakni hanya 12 jam. Berikut aktivitas dan kegiatan yang dapat dilalui. Meski tidak sedetil dan senyata namun tulisan ini cukup menjadi gambaran umum.
1. Malam pertama, 2 Juni 2019 kurang lebih jam 18.00 masuk di kediaman kakung dan uti. Nasya dan Dipta terlihat asyik dan senang hinga larut malam ๐๐๐โฐ๐ค๐ค mereka baru menghabiskan ke terjaga annya (tertidur). Saya sih duluan tidurnya karena semalam begadang dan badan sudah tidak seimbang ๐๐๐๐
2. Hari Pertama, 3 Juni 2019 dengan awal sahur & mendengar kumandang kalimat IMSYAK dari tiap pengeras masjid. Di masjid gawar, ditambahin kalimat ” bapak ibu su monggo ka aturan tidak dateng mesjid, sholat subuh berjamaah.
Kegiatan siangnya mencoba kembali menciptakan nuansa rekreasi menemukan antara cucu dan kakeknya. Berlokasi Grand Puri Water Park, Jl. Parangtritis KM. 9,5, Gabusan, Sewon, Balong, Timbulharjo, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55186 meninggalkan Nayla, Nasywa, Dipta dan kakek Wahono dengan tiket masuk plus parkir 130 ribu.
Tulisan Museum of Java di pinggir jalan menarik laju mobil sebelum mengarah ke Mbah Mbantul meski tidak jadi masuk.
Setelah beberapa saat, jam 16.00 WIB menuju ke tempat orang2 bantul biasa berkumpul untuk makan. Pusat jajanan yang hampir deket dengan pantai Parangtritis. Terlihat bangunan masih baru menandakan tempat berkumpul tersebut masih belum lama didirikan. Kegamunan diriku terhadap keadaan masyarakat Bantul dimana sejak dulu pernah terdengar tidak diperbolehkan alfamart dan indomart dapat berjualan di Bantul.
3. Hari kedua, 4 Juni 2019 merupakan hari terakhir berpuasa Ramadhan, dihabiskan dengan bercengkerama di Jabung. Badan yang sudah mulai hilang keseimbangan harus di tidur kan, jam dua siang sampai dengan datangnya waktu berbuka puasa terlelap sambil menunggu digantinya sel sel tubuh yang rusak.
Seperti biasa, melengkapi hidangan Lebaran di rumah mertua yang menjadi titik berkumpul sanak family. Air mineral 330 ml dan kemasan gelas 220 ml serta minuman bersoda 48 buah ๐๐๐๐๐๐๐menjadi penanda bakti kepada orang tua.
Setelah lepas berbuka, yg rencana balik ke rumah Sucen harus ditunda sampai besok pagi. Karena anak2 yg masih belum terkondisi, terlebih si Rara yang gelendotan ibunya. Akhirnya sampai dengan jam 10 malam menunggu pawai obor lomba takbir keliling untuk memberi hiburan kepada nasywa dan dipta.