
Thole (panggilan untuk anaku yang kedua), Bapak mau bilang sama Thole “mungkin saja bapakmu bukan ayah yang tangguh yang ada di muka bumi 🌎 ini” Bapakmu belum bisa mengerti apa yang sering kau harapkan. Bapakmu kadang tak mampu memenuhi tiap keinginanmu. Bapakmu penuh dengan keterbatasan hingga tak sanggup mengimbangimu.
Di usiamu yang genap empat tahun pada Mei ini, kau nampak dikuasai atas keinginanmu. Dunia mainan dan tontonan menjadi nomor satu. Aku bangga dan bersyukur karena kau istimewa dari Sang Pencipta. Bukan Kuasa bapak dan ibumu kau dikuasai keinginanmu.

Bisa jadi karena pertimbangan tertentu, setiap keinginanmu pasti dipending dan ditunda. Aku pun luluh hanya karena rengekan kencang keluar dari mulutmu. Kuatnya teriakan atas keinginanmu, selalu menundukanku. Sempat beberapa kali, hilang kendali untuk melayanimu dengan menunjukkan amarahku padamu. Namun saat itu juga, diri ini nyesel dan takut untuk mengulangi lagi.
Bapak yakin, jika waktu telah tiba, tanpa dikalahkan pun Thole mampu mengontrol keinginan itu. Meski terkadang keyakinan itu oleng hingga kuharus bermain fisik untuk menunjukkan dominasi amarahku. Maafin bapak ya le…….
Melalui tulisan ini bapakmu akan berusaha mengingat bahwa tidak seharus nya ku melawan dirimu. Karena bagi Bapak dirimu adalah takdir Allah yang kumaknai sebagai guru dan patner dalam kehidupan.

Jika suatu saat, kamu merasa tersakiti oleh pelayanan bapakmu ini, tolong lupakan y le….., aku khawatir kalo rasa sakitmu kau simpan sampai kau besar nanti. Jika BAPAK nanti harus menjalankan doktrin agama untuk menghardik dan memarahimu, tolong buka permaklumanmu.
Di akhir kanak menuju balighmu, mungkin empat tahun mendatang sampai kau menuju dewasa, kau bukan lagi raja seperti saat ini. Tolong pahami itu y Thole…
Masih ada beberapa tahun kedepan Thole berperan sebagai Raja 👑🏀👑. Engkau raja dan aku pelayananmu. Meski Bapakmu akan berusaha membuka kedaulatan berfikir mu, bukan memperbudakmu jika kau baligh nanti.
Semoga tulisan ini menjadi pengingat hubungan emosional kita y Le…..suatu hubungan yang mesra untuk saling mengawal dan menemani dalam menjalani kehidupan dunia yang semetara untuk kehidupan yang kekal nanti
Satu pendapat untuk “Abiyoso Pradipta M.”