
Sabtu, 15 Juni 2019 mata melelehkan air mata pertanda tak kuasa menahan keharuan. Di hari prosesi Wisuda diumumkannya harapan dan cita- cita dari seorang anak bersama teman sebayanya. Nasywa anak pertama dari pasangan Nurul Muhamad dan Kreatiana Evelyn mengakhiri perjalanan sekolah Tingkat Kanak Kanak (TK).
Dua tahun sudah, hari hari meniti jalan menuju pintu 🚪ilmu di masa pra pendidikan dasar dari anak bernama Nasywa. Meski tak jarang di lima hari waktu sekolah, dia berdiam diri di rumah alias tidak berangkat. Beribu alasan yang di utara kan nasywa untuk mengikuti rasa malas tidak masuk sekolah.
Mungkin juga orang tua yang tidak bisa mengkondisikan agar si anak ini rajin sekolah. Namun demikian, secara keseluruhan sekolah dapat terlaksana dengan beberapa momentum capaian prestasi.
Merupakan prestasi Nasywa sudah dapat membaca huruf Latin dengan lancar. Selain itu melalui sekolah di RA Bening mengkondisikan Nasywa mampu menulis ✏ meski masih tercampur antara huruf kapital dan huruf kecil, patut untuk menjadi kebanggaan sebagai orang tua.
Kini, saat harus melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar, kudu memperhatikan batasan umur. Batas standar untuk dapat memasuki Sekolah Dasar saat umur anak mencapai dan mendekati tujuh tahun.
Lahir di tanggal 12 Juli tahun 2013, nasywa genap berumur 6 tahun saat masa dibukanya pendaftaran sekolah. Kegamangan orang tua atas kemampuan psikologis saat menjalani Sekolah Dasar menjadi pertimbangan yang kuat. Hingga menemukan keputusan sementara untuk menunda satu setahun untuk masuk ke Sekolah Dasar.
Di akhir tulisan ini, mendudukan diri sebagai orang yang diberikan amanah untuk menemani sampai anak mampu meniti kehidupan mandiri, penulis hanya bisa tawakal. Mungkin bukan pasrah yang pasif, namun juga tidak bisa terlalu aktif menentukan takdir.
Namun penuh pertimbangan kebijaksanaan dalam menjalani peran bapak.