
Lupa kapan tepatnya, kakak Nasywa memakai pampers. Meski menyebut merk dagang, namun istilah pempers sudah erat dalam keseharian untuk menyebut popok bayi pelindung ompol.
Training toilet yang pernah kudengar selama ini, tidak pernah dipraktekkan kepada ketiga anaku. Nasywa anak pertama yang akan memasuki enam tahun usianya, telah lepas dari popok bayi. Meski baru menjelang lima taun dapat terbebas dari ketergantungan popok bayi.
Kini, tiap tengah malam🌛🌟, kak Nasywa nangis sebagai tanda kebelet pipis. Segera ku terjaga dan menuntunnya untuk menuju toilet 🚾. Tanpa disadari si anak telah menemukan jalannya sendiri.
Begitu juga, seminggu ini Kak Nasywa telah berani tidur pisah ranjang meski masih dalam satu kamar. Perkembangan anak yang tak terbaca dan terencana sebelumnya. Betul anggapan ku bahwa anak menjalani takdir nya masing masing, bahkan tanpa intervensi yang berlebihan dari orang tuanya. Pokoknya si orang tua bertugas dengan sabar menemani tumbuh kembang anak.
Berharap hal serupa dapat terjadi di anak kedua, Dipta. Melewati tahun keempat di usianya, ketergantungan popok bayi mencapai ukuran XXL. Tentu saja menjadi rutinitas tiap minggu untuk memburu informasi lokasi toko yang menjajakan harga promo.

HARGA promo cukup menjadi daya tarik sehubungan juga masih harus menyediakan popok bayi untuk anak ketiga, Rara. Meski belum genap berusia satu tahun, ukuran pokoknya mendekati L. Semakin besar ukuran, semakin dalam merogoh kocek.
Kocek, hehehe, meski menepis keraguan untuk belanja keperluan si anak, namun juga tak pantas jika bermewah mewah dalam penyediaan keperluan anak.

Untuk mengakhiri, tersebut harapan dari lubuk hati ❤💞 “sebagai manusia yang penuh keterbatasan di dunia ini semoga kehadiranku dapat dimengerti dan dipahami ” oleh kehidupan termasuk wujud titipan Ilahi yakni ketiga anaku (Nasywa-Dipta-Rara)
Jam 01.29, 18 Mei 2019 di gubuk Villa Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat
Satu pendapat untuk “Nasywa-Dipta-Rara”