Pemikiran ku semakin terbuka. Arsiparis juga manusia. Pekerja arsip harus paham dalil utama kearsipan. Dalil itu adalah ARSIP dari singkatan” Akeh Resikone Sepi Ing Pandum/Pamrih” ( penuh resiko dan sedikit perhatian pimpinan, atau mungkin sedikit pendapatan, bahkan harus rela tenggelam tanpa ketenaran).
Berikut adalah hasil sharing dari salah satu arsiparis yang perkasa di habitat kearsipan nya. Ijinkan penulis menyampaikan rasa tersanjung telah dipercaya menjadi teman sharing dan berbagi.
Meski waktu menunjukkan dini hari sekali, luapan ekspresi tidak terbendung. Kata per kata menggambarkan perasaan. Meski terkesan negatif, namun bagi saya dapat diambil sudut pandang kebaikannya.
Kondisi kurang harmonis antara atasan dan bawahan ( arsiparis) sebagaimana gambaran kutipan di bawah ⬇, memunculkan pertanyaan ” masihkah kita terus terus kan untuk mendukung Sistem Penilaian Kinerja Arsiparis berbasis SKP?????
[18/6 01.57] 👩seorang ibu Arsiparis: terkadang merasa bingung, dikala dicueki ama pimpinan, kadang terisolasi dengan teman-teman sejawat yg telah menjadi pejabat, komunitas terbatas, jauh dari pengembangan diri di lingkungan kerja.
Dimana y, ada suasana yang sesekali bisa berbagi tanpa ada alibi pembelaan hati. Kasian ni jiwa ini yang penuh alibi untuk dapat memenghibur diri, berusaha tetap melangkah elegan, beraktivitas sesuai kapasitas.
Di kantor berusaha menjaga kelewat proaktif untuk mengurangi kesalahan persepsi. Jika keterusan, bisa-bisa ketemu cibiran dan dicuekin atasan. Sssst, jangan bilang siapa siapa y,…kalo boleh jujur, diri ini masih penuh harapan meski merasa tiada harapan😀😀
[18/6 02.01] 👩seorang ibu Arsiparis: duh….orang pusat, notabene ada fasilitas anggaran untuk kembangkan program. Disini daerah, bukan pusat. Disini harus berjibaku misalnya membuat program arsip sampai menerbitkan peraturan kearsipan.
[18/6 02.02] 👩seorang ibu Arsiparis: Hal yang paling sedih itu kalo dianggap saingan ama beliau beliau sebagai pejabat struktural. Apa mereka takut kalah tenar???😀😀
[18/6 02.12] 👩seorang ibu Arsiparis: banyak sekali fakta yg menjadikan arsiparis susah maju baik dari segi pengembangan SDM maupun eksistensi yang muncul dari faktor internal maupun ekstrnal.
[18/6 02.14] 👩seorang ibu Arsiparis: Dahulu teman tidur sewaktu sekolah, sekarang menjadi top menejer ak….wow., berbeda denganku seorang arsiparis yang bukan pejabat struktural. Arsiparis sekedar penyaji informasi.
[18/6 02.17] 👩seorang ibu Arsiparis: Yang terjadi di kantorku, apa yg seharusnya menjadi hak arsiparis (berdasar regulasi) selalu dan diharuskan lebih kecil ketimbang para pejabat struktural, sekalipun mereka dlm keterbatasan fisik dan mental. Jadi merasa terbatas kreativitas, terbatas akses komunikasi.
[18/6 02.24] 👩seorang ibu Arsiparisi: Kita yg mempunyai ide, kita yang merencanakan, kita yang melaksanakan, kita yang melakukan ekskusi namun pejabat struktural yang dapat ketenaran😀😀😀
[18/6 02.27] 👩seorang ibu Arsiparis: meski sebenarnya saya tidak pernah ada kata *saingan* , namun perlu lah sesekali diberikan penghargaan atas kiprah di bidang kearsipan. Apa perlu menunggu orang lain yg menilai?
[18/6 02.31] 👩seorang ibu Arsiparis: Pejabat Struktural datang ke kantor, meninggal kantor, di kantor bisa tidur, atau izin sakit. Pekerjaan telah terbagi habis kepada bawahan. Pekerjaan pun selesai, target tercapai, nilai pun baik. Ibarat kata hanya datang ke kantor ongkang2, makan lalu pergi, pekerjaan pun selesai😀
[18/6 02.33] 👩seorang ibu Arsiparis: Kuliat disini, semua pejabat strukturalnya Invalid. Ada yang sakit secara fisik, ada yang kurang secara mental.
[18/6 02.36] 👩seorang ibu Arsiparis: ini bukan pandangan negativ. Ini adalah kondisi riil yg telah berjalan 31 tahun.
[18/6 02.38]👩seorang ibu Arsiparis: So, jadi arsiparis disini harus banyak banyak menghibur diri dan menempatkan diri sesuai dengan kapasitas. Buat suasana senyaman mungkin, bawa perasaan adem ayem, gak perlu lah dimasukin ke hati. Sering sering saja mengucap alhamdulillah, banyak banyak bersyukur
Jawaban atas pertanyaan “masihkah kita terus terus kan untuk mendukung Sistem Penilaian Kinerja Arsiparis berbasis SKP????? bisa “iya” dan bisa “tidak”. Jika mempergunakan pendekatan sebab dan akibat, maka dapat dipetakan,
1. Apakah yang menjadi penyebab muncul nya perasaan seorang arsiparis sebagaimana kutipan curhat colongan di atas?
2. Bagaimana kah gambaran dan curhat an dari sisi manusia dalam peran pejabat struktural?
3. Bisa jadi dengan sistem penilaian SKP, dapat mengeliminir kejadian sebagaimana kutipan curhat colongan di atas.
4 atau malah semakin memperparah keadaan?
Kemudian untuk ringkasnya penulis memakai istilah guyonnya “apapun makanan nya minumnya teh botol Sisri”. Mau tidak mau, suka tidak suka, Dalil sebagaimana penulis sampaikan di awal tulisan perlu dijadikan landasan untuk bekerja di bidang kearsipan.
SIAP 💁👌dengan kondisi, Akeh Resikone, Sepi Ing Pamrih/Pandum atau di singkat ARSIP. Dalil ini menjadi intermezzo saat ceramah nya Bu PUJI ASTUTI (dosen panggilan di Program Studi Kearsipan UGM tahun 2003).
Sekali lagi, penulis harus mendeklarasikan bahwa kearsipan merupakan salah satu bentuk “tarekat” untuk menuju alam keabadian.
Salam arsiparis Indonesia, semoga bermanfaat