Secuil kebersamaan

Hal yang melegakan adalah ketemu jumat sore setelah sampai di rumah. Sabtu dan Minggu menjadi hari santai. Ada aja ide kumpul seperti di tanggal 16 Juni 2019 saat makan bersama di komplek domisili ku ini.

Meski terlewat pesta patin dan nila di hari minggu itu, namun sempat mengikuti persiapan. Rasa senang membekas di hati.

Sudah sewajarnya manusia memupuk suasana bersahabat dengan lingkungan sekitar. Rasa bersahabat untuk menggapai rasa betah. Saking betahnya, tak terasa di Agustus 2019 nanti menjadi tahun kelima tinggal bermukim di Villa Tanah Baru.

Untaian aktivitas di komplek tiap akhir pekan memiliki kecenderungan bertaman dan bersih bersih lingkungan. Dari celetukan bapak bapak saat bertahan muncul ide bersama untuk bertanam sayuran di lahan fasos hingga akhirnya membawa kesepakatan mendirikan tempat nongkrong. Kita beri nama “cakruk”.

Lepas terbangun cakruk di bulan ketiga tahun 2016, dan sempat uji coba memelihara gurami pada tong, kemudian di Tahun 2017 membuat kolam ikan 🐠🐋🐟. Hal tersebut menjadi pilihan yang menjadi titik kumpul saat lepas dari cengkeraman anak dan istri. Cakruk, bersih-bersih lingkungan atau kerja bhakti, taman, dan kolam ikan memberikan selingan aktivitas 🏡 rumahan.

Pada bulan kesepuluh tahun 2017 mulai memelihara ikan Lele. Dan bulan kedua belas menebar benih ikan bersisik, Gurami, Nila, Patin, dan Bawal. Hasrat membara untuk panen ikan menyulut rasa kebersamaan. Sedari menguras tiap pekan dan memberi empan tiap waktu senggang. Saat panen ikan, semakin erat rasa kebersamaan itu dengan makan bersama di cakruk.

Tatkala televisi menyiarkan pertandingan bola yang menyuguhkan tim kebanggaan atau saat tim nasional Indonesia berlaga, menjadi waktu membersamai makan ikan 🐠🐋🐟 bersama di Cakruk.

Hal hal tersebut mengharmonisasi hidup komunal. Hal yang tercipta dari aktivitas komunal dalam lingkup komplek. Tak pelak itu bakal terpatri di benak anak anak sebagai sarana memupuk dan membina kerukunan hidup bertetangga jika besar nanti.

Selama taun 2018 acara panen ikan dan makan bersama menjadi bagian terkecil pembentuk kesadaran tenggang rasa. Bahkan saat suatu komunitas tertekan adanya kebutuhan dana swadaya.

Di penghujung tahun 2018, saat tiap warga perumahan villa tanah baru dibebani dana swadaya untuk pengaspalan jalan, jiwa kebersamaan telah tumbuh bersemi. Alhasil, program pengaspalan yang penuh pro dan kontra dapat terlaksana dengan jiwa tenggang rasa.

Penulis yang menjadi bagian dari masyarakat terkecil di perumahan villa tanah baru sangat merasakan arti suatu kebersamaan untuk menggapai kemaslahatan umat.

Hasil kegiatan bersama sama seperti bertaman, bersih bersih lingkungan, mendirikan cakruk, membuat kolam ikan, memelihara ikan, panen ikan, makan hasil panen, merajut suatu kebersamaan dalam ikatan tenggang rasa.

Hal tersebut menjadi kekuatan suatu bangsa di level terkecil yakni warga perumahan villa tanah baru. Meski belum lama, namun telah terasa kekuatan tersebut.

Bukti kekuatan atas kebersamaan dibalut rasa tenggang rasa pada pertengahan tahun 2019 adalah adanya bangunan Mushola di perumahan VTB. Sejak awal tahun 2019, dengan 90 persen dana swadaya, terbangun tempat peribadatan muslim. Bangunan dengan luasan 120 meter persegi (dua lantai) kokoh berdiri di perumahan Villa Tanah Baru.

Mak nyess rasanya, ketika petang hari sepulang kerja dapat mewujudkan penghambaan tiga rakaat secara berjamaah di mushola tersebut. Terasa nyaman tatkala pulang kerja agak telat namun dapat turut serta sujud dalam empat rakaat menjelang malam tiba.

Mengakhiri susunan kata dan paragraf dalam tulisan yang tidak bermutu ini, saya secara pribadi mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada lingkungan tempat tinggalku. Lingkungan yang lambat laun mengkompliti pembentukan makhluk mulia lagi sempurna .

Teriring doa kepada Sang Pencipta dan Penguasa Alam Semesta, semoga lingkungan bermukim yakni Perumahan Villa Tanah Baru, dapat menjadi episode kehidupan yang menggoreskan kebaikan sebagai jalan menuju alam keabadian.

ditulis dari Blok H6, 18 Mei 2019
Semoga bermanfaat

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

2 tanggapan untuk “Secuil kebersamaan

Tinggalkan komentar