
“bekerja di posisi hukum, data/dokumen dan arsip ibarat amunisi” ungkap pak bobit, Pengawas urusan Pertimbangan Hukum
Tulisan ini bermula saat harus masuk kerja dengan sukarela di hari libur Sabtu dan Minggu 6 dan 7 Juli 2019. Aku mendapatkan inspirasi luar biasa. dari seorang pengguna Arsip, senior di kantor..
“Dulu banget ketika bekerja di Kantor konsultan hukum, lawyer itu sangat dimudahkan sekali pekerjaannya oleh Librarian/pustakawan” imbuhnya meskib tidak menemui arsip yang dicarinya
Kemudian pak bobit bercerita tentang kedekatan beliau dengan seorang Pustakawan yg memanage data. Bahkan katanya, salarry pustakawan ternyata sangat besar tak jarang melampaui sallary lawyer.
Meski sallary terhitung besar, namun Pustakawan tersebut bekerja bukan untuk uang saja. Pustakawan tersebut meletakkan tujuan bagaimana memudahkan orang untuk mengakses informasi.
Tujuan bekerja seorang Pustakawan tersebut sesuai dengan passion dan pengetahuan. Tak heran jika kemudian berdiri perusahaan manajemen data hukum yg lumayan besar.
Cerita pak Bobit tersebut seolah menyadarkan diri ini. Dengan dilandasi jiwa yang iklas, bekerja telah menciptakan kepuasan pengalaman dan pengetahuan.
Meski posisi Aparatur Sipil Negara bisa jadi tidak seperti perusahaan, tidak bisa menikmati nilai tambah secara materil, namun bila bekerja sesuai passion dan dengan keiklasan, Insha Allah mendapat nilai tambah lainnya.
Sebagai Aparatur Sipil Negara , pak bobit pun berkata “fungsi back office tetap sangat penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan/kebijakan“.
Semoga bermanfaat
2 tanggapan untuk “Arsip itu amunisi”