Kemesraan dengan Bayiku

Minggu ini menjadi waktu yang sahdu bersama bayiku. Awal Juli ini, saat harus menjaga anak2 dari kepergian biangnya. Si Ibu mengikuti acara kantornya yang berada di luar kota. Meski hanya di Bandung, namun cukup membuat anak2 terpisah selama dua malam 🌛.

Meski tiap menjelang tidur, ketiga anaku terbiasa bareng dalam satu kamar, tetap saja perasaan istri merasa gk tega, istri merasa kasian, jika aku harus sendirian untuk menjaga ketiga anaku.

Pagi sampai sore, ketiga anaku telah terbiasa dengan kehadiran budhe Anis sebagai pengasuh. Menjelang petang, giliranku untuk menjaga mereka sampai datangnya pagi kembali.

Malam pertama, meski merasa grogi, namun berjalan dengan tiada halangan apapun. Si bayi yang sudah terbiasa minum susu 🍼dengan botol, mengantar ke peraduannya.

Strategi untuk membuat si bayi terlelap adalah memperhatikan dan terus menemani dengan mainan. Bahkan ketika perut ini harus diisi, si bayi disuguhi buah melon yang telah dikupas istri, sehari sebelum ke Bandung.

Lepas jam 6 bermesraan dengan si bayi, sampai dengan jam 8 terlihat mengantuk. Muka yang sudah mulai sayu menandai untuk meracik susu formula.

Saat terbangun kira2 jam 11 malam, ku racik kembali susu formula. Namun si bayi malah menolak botol. Ternyata si bayi mencari nenen yang biasa dilakukan ibunya saat terbangun.

Dengan tengelam beberapa saat, kuhanya tepuk2 lirih badannya, dan sedikit menempelkan bahuku, si bayi kembali terlelap dalam tidur.

Tak terasa malam pertama telah terlewat saat budhe anis ketok ketok pintu jam 5.30 WIB. Sesuai permintaan ku, budhe pun datang lebih awal dari hari hari biasanya.

Setelah mandi pagi, saya mengajak thole untuk keluar mencari bubur dan gorengan. Bubur bayi di Jl. SANIM menjadi andalan tiap pagi. Bubur bayi dengan merk Procil.
Sedangkan untuk makan kakak dan thole di siang hari, istri menjanjikan pesan catering.

Pada malam kedua sudah tidak menjadi kendala dalam menghadapi si bayi. Rengekan malam hari, tiada beban karena bayi akan melanjutkan tidur meski tak mendapat nenen ibunya.

Kisah dua malam bersama ketiga anaku, memberikan pelajaran sempurna. Pelajaran untuk bersyukur kepada sang Pencipta. Betapa tidak, bayangan kerepotan jika harus mengasuh anak2 dalam kondisi sendiri.

Semoga menjadi catatan yang mengiringi perjalanan ketiga anaku sampai dewasa nanti

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Kemesraan dengan Bayiku

Tinggalkan komentar