
Pengolahan data transaksi keuangan adalah mengelola informasi tentang unit kerja, jenis belanja, kelompok pengadaan dan persyaratan pembayaran.
Pengolahan data transaksi pembayaran pengadaan barang dan jasa pemerintah dilakukan dengan mengelompokkan akun belanja, kode unit kerja dan metode pembayaran serta peruntukan pembayaran
Kegiatan identifikasi dimulai dari file SPM (surat perintah membayar dan SPTJB (surat pernyataan tanggung jawab belanja). Dari SPM dan SPTJB bukan lagi dari Lembar SP2D yang dulu menjadi identitas tercetak.
Setiap tahun, peraturan perbendaharaan mengalami perkembangan. Perubahan kondisi lingkungan pembayaran terlihat pada fisik arsip. Misalnya saat ini lembar SP2D sudah tidak tercetak per transaksi melainkan berupa jurnal yang tersimpan pada aplikasi. Sedangkan berkas pembayaran yang tersimpan pada satker berupa SPM atau surat permintaan membayar.
Mengulas penataan arsip keuangan 🤑💰💲💵🤑💰💲💵 terasa mengasyikkan. Mata berbinar binar membaca nilai transaksi. Serasa dekat dengan uang saja.
Mencerita pengolahan arsip keuangan dengan artikel blog diharapkan dapat meninggalkan rujukan teknis. Bahwa perubahan kondisi pada tiap tahun berpengaruh pada penentuan teknis pengolahan arsip keuangan.
Setidaknya terdokumentasi tujuh kali artikel blog dengan pendalaman yang berbeda terkait jenis arsip keuangan.
Misalnya lima tahun yang lalu (2014) dengan judul “Arsip Keuangan” , saya melakukan pendalaman dan pemahaman di sela sela aktivitas penataan.
https://nurulmuhamad.blogspot.com/2014/02/arsip-keuangan-1.html
https://nurulmuhamad.blogspot.com/2014/02/arsip-keuangan-2.html
https://nurulmuhamad.blogspot.com/2014/03/arsip-keuangan-3.html
Tautan arsip keuangan 1, penulis menyoroti terkait panduan penyimpanan arsip keuangan atau retensi yang telah ditetapkan KESDM. Ketika panduan tersebut dihadapkan dengan pertumbuhan arsip keuangan, maka menyebabkan tuntutan penyediaan ruang arsip yang mencukupi.
Pada judul Arsip keuangan 2, petugas kearsipan mengelompok seri arsip pada jenis arsip keuangan. Jenis arsip keuangan memiliki banyak seri salah satu yang paling banyak ditemukan saat penataan adalah seri ‘belanja’.
Artikel berjudul ‘Arsip keuangan 3’ menggambarkan proses sejak pemindahan dari bagian keuangan, input data, penempatan pada sarana penyimpanan, dokumentasi pada database aplikasi dan pembuatan daftar arsip.
Tahun 2013 merupakan tahun dimana ramai penerapan UU keterbukaan informasi publik. Arsip keuangan mencuat dan mendominasi permintaan info publik. Bahkan jika melihat pemberitaan pada tahun tersebut, mengisi rubrik sengketa informasi sebagaimana dalam tautan berikut
https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/11/verifikasi-akhir-hasil-penataan-dokumen.html?m=1
Tren alih media atau digitalisasi menjadi metode yang dianggap lebih baik oleh kebanyakan orang. Kecepatan akses merupakan manfaat dari alih media, dengan persyaratan adanya sarana penunjang berupa aplikasi database.
Dalam tautan berikut, saya mencermati teknis mengalih mediakan arsip keuangan. Teknis yang memperhatikan pembuatan berita acara alih media. Lihat pada tautan berikut https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/06/alihmedia-arsip-keuanngan.html
Sedangkan pada https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/01/elemen-data-akun-belanja-pada-arsip.html
saya membahas mengenai unsur yang terdapat pada data arsip keuangan. Unsur tersebut berupa elemen utama yang biasa terbaca pada data arsip yang harus pula memperhatikan akun belanja (jenis belanja).
Artikel berikut ini https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/05/penataan-arsipdokumen-di-ditjen-migas.html?m=1
memberikan gambaran hasil penataan yang telah dikelompokkan melalui penentuan skema penataan. Kelompok Arsip pembayaran yang telah ditentukan menjadi dasar urutan nomor boks. Kelompok tersebut antara lain:
– Pembangunan Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk rumah tangga yang disingkat dengan PJDGB
– Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi untuk Transportasi: PIGBT
– Konversi Minyak Tanah ke LPG untuk rakyat miskin: LPG 3Kg.
– Arsip pembayaran pekerjaan non fisik atau berupa pekerjaan tenaga ahli atau konsultansi
– Arsip pembayaran barang
– Arsip pembayaran penunjang seperti belanja 52 dengan batasan nilai tertentu