“Kalo sudah punya pekerjaan, jalani dengan penuh kesungguhan hingga merasa ahli pada bidangnya” kata Mbah Nun (Emha Ainun Nadjib). Pesan mbah kepada cucu cucu seperti saya. Pesan untuk insan yang baru saja meniti kedaulatan dalam bekerja. Pribadi yang berdaulat kepada pilihan hidup.
Kearsipan sebagai pilihan habitat pekerjaan, bagiku sangat sinkron dengan perspektif kehidupan yang sering disampaikan Mbah nun dalam setiap forum seperti di Jama’ah Makkiyah. Perspektif kehidupan di dunia yang tidak menakar secara material.
Tak terasa telah 17 tahun sudah di jalan kearsipan. Sejak di bangku sekolah untuk mendapatkan ijazah Diploma III Kearsipan, kearsipan mempengaruhi perspektif kehidupanku.
Meski masih jauh untuk dibilang ahli, namun telah tumbuh kepercayaan diri untuk mengulas bidang ini. Tujuh jelas tahun berada disini memang belum separo dari 48 tahun umur kearsipan di Indonesia.
Pagi sebelum tiba di ruang arsip, seseorang menghubungi saya melalui pesan singkat nya. Orang tersebut belum aku kenal sebelumnya. Nomor HP yang terpajang di blog menjadikan kita bisa terhubung meski dengan orang yang belum kenal sebelumnya.
[3/7 06.39] seseorang: Pagi pa Nurul
[3/7 06.49] seseorang: Saya searcing google, pa Nurul ini tenaga Ahli di bidang arsip ya?
[3/7 07.18] +62 813……: Saya sedang mmbutuhkan tenaga ahli dibidang arsip.. kebtulan sedang ikut tender di PUPR untuk pekerjaan digitalisasi dokumen/arsip
Sontak perasaan ini menjadi termenung. Pesan Mbah Nun diatas yang saya tulis di tanggal 2 Juli 2019 di aplikasi catatan pribadi, mendapat respon dari orang yang belum saya kenal sebelum nya pada tanggal 3 Juli 2019.
Tak lebih dari dua puluh empat jam setelah menulis pesan Mbah Nun tersebut, tiba tiba HP ku menerima pesan singkat dari seseorang yang menyebut saya sebagai ahli di bidang arsip.
Apa makna di balik ini???? Malu rasanya dibilang Ahli. Masih merasa sangat jauh untuk di katakan ahli. Terlebih jika Ahli harus dipersyaratkan formal berupa ijazah Sarjana. Toh memang secara faktual, saya arsiparis kategori terampil.
Singkat cerita, saya merespon permintaan seseorang tersebut. Saya hanya bisa bantu semampuku. Aku hanya pengen ber sodaqoh, pikir ku. Pun dalam tiap tulisanku, semua kuniatkan untuk ber sodaqoh.
#MbahNun
#TerimakasihAtasInpirasinya