Legacy kearsipan 2017 dan 2018

Legacy, sengaja mencomot kata “legacy” untuk memaknai hasil kerja arsiparis untuk mendukung kinerja unit kerja. Bisa jadi terasa aneh, biasanya istilah Legacy dipakai untuk pemimpin. Beberapa berita online telah mempergunakan istilah Legacy untuk mengabarkan para Menteri pada Kabinet Kerja Jokowi-JK yang akan memasuki akhir masa jabatannya.

Ya anggap saja, arsiparis merupakan pemimpin kecil pada urusan kearsipan. Sifat profesional, independen dan mandiri bisa jadi tidak mengurangi jiwa kepemimpinan pada urusan kearsipan. Atau sebut saja bukan arsiparis namun subyeknya kearsipan. Urusan arsip yang dapat berkontribusi pada suatu legacy

Meski teralu jauh untuk dapat berperan dalam meninggal Legacy, minimal merasa diri turut dalam berkontribusi dalam suatu kalimat ” Selamat tinggal ribuan lembar kertas” sebagaimana dalam tulisan minggu lalu pada tautan ⬇ berikut https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/19/jejak-arsip-kertas-tahun-2016/

Jika di tahun 2016, tertinggal jejak-jejak kearsipan untuk Legacy penurunan penggunaan kertas pada praktik perkantoran di Ditjen Migas, Bagaimana di tahun 2018 dan 2017????

Saya kemudian menengok kembali jejak digital yang menangkap laporan pelaksanaan pekerjaan kearsipan yang pernah saya susun.

Dalam tautan berikut di ⬇
https://nurulmuhamad.blogspot.com/2017/10/pengelolaan-arsip-mei-sd-oktober-2017.html?m=1 menjadi gambaran ratusan meter linear arsip yang berhasil dievakuasi untuk mendukung pencapaian kinerja unit berupa penataan ruang kerja pada Gedung Migas. Bahkan tanpa ada tambahan anggaran.

Sebanyak 1772 boks atau setara dengan 354 meter linear dan ratusan kardus besar berisi arsip Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas berpindah ke ruang arsip tanpa dukungan tambahan anggaran. Dengan rasa cinta dan tanggung jawab atas peran kearsipan, maka berbagai cara dilakukan agar dapat mendukung program renovasi dan penataan ruang kerja.

Semula ruang arsip berada di Lantai 12 dan 10 harus dipindahkan ke ke lantai 4. Ruang kerja Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas di pindah ke ruang transit sehingga mendesak tim kerja arsip Ditjen Migas harus berjibaku.

Lagi lagi, sebagai arsiparis dapat merasa bangga dapat berkontribusi dalam meninggalkan legacy berupa penataan ruang kerja pada Gedung Migas. Kearsipan menjadi salah satu penyokong pencapaian kinerja unit (Bagian Umum Ditjen Migas) untuk melakukan branding Ditjen Migas.

Sedangkan tahun 2018 adalah turut serta dalam meninggal legacy menjaga keselamatan Gedung Migas. Sebagaimana penulis tulis pada tautan berikut ⬇⬇⬇ ⬇ https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/01/05/195-ton-bahan-non-arsip-keluar-dari-gd-migas/

Meski berada pada titik kepuasan untuk berkontribusi dalam meninggal legacy, namun terdapat salah satu fragmen dimana kearsipan harus menerima kenyataan pahit.

Secarik kertas pada bulan Juli 2018, bertanda tangan Kepala Bagian (eselon 3) ditujukan kepada Sesditjen Migas (eselon 2) telah memantik perhatian pimpinan atas penyediaan sarana simpan berupa roll opeck. Disebabkan dinamika suksesi kepemimpinan atau pergantian ses Ditjen waktu itu dan prioritas kinerja unit bagian umum menyebabkan tidak terealisasi. Sampai dengan tahun 2019, tidak satu pun rol opek dapat diadakan.

Legacy kearsipan menjadi salah satu bentuk layanan. Legacy kearsipan diantaranya wujud supporting. Legacy kearsipan di unit kerja teknis belum mampu tertanam dalam memori prioritas staf sampai pejabat. Legacy kearsipan masih belum terlalu penting jika dihadapan dengan urusan perkantoran lainnya.

Akhirnya, memaknai legacy tetap sebagai legacy. Arsiparis dan kearsipan, tetap merasa puas sebab turut berkontribusi dalam legacy unit kerja. Tidak mesti harus mendapatkan perhatian berlebih. Cukup sebagai bagian yang dibelakang namun mengharmonsasi keadaan.

Hikayat menceritakan kehidupan, begitulah kiranya kedudukan kearsipan sebagai layanan perkantoran. Arsiparis dan kearsipan telah cukup berbangga dengan turut dalam pencapaian kinerja unit.

Semoga bermanfaat

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar