
Rencana fasilitas PDAM di Villa Tanah Baru merupakan bentuk peningkatan kualitas hidup bermukim. Kalimat tersebut dapat menjadi alasan persetujuan atas surat Senior Manajer Wilayah Barat, Tirta Asasta Kota Depok kepada ketua RT 10.
Surat pemberitahuan pemasangan pipa distribusi tersebut mendapat respon baik oleh 37 kepala keluarga. Bahkan menyatakan minat terhadap layanan air bersih dari perusahaan air minum daerah yang memiliki pengolahan di Sawangan.
Jumlah peminat yang melampaui setengah dari total warga VTB, dirasa cukup bagi RT 10 untuk memberikan ijin masuk petugas menyambung retikulasi atau jaringan pipa distribusi air bersih ukuran 2 inci masuk ke perumahan Villa Tanah Baru.

Sejak hari Senin, 29 Juli 2019 puluhan tukang terlihat mondar mandir ke VTB. Dimulai dari Blok H terjadilah interaksi para tukang, PIC PDAM, security dan warga VTB dari proses pengerjaan pipa distribusi air bersih.
[29/7 08.44] Pdam: Assalamualaikum
[29/7 08.44] Pdam: Pak, kita mulai pekerjaan yaaa
[29/7 08.48] RT 10: Ok, koordinasi ama security y
[29/7 08.48] Pdam: Oke, sudah pak
[29/7 08.49] RT 10: Tolong libatkan security untuk komunikasi ke warga jika ada yg nanya, plus agar ada pengawasan lingkungan
[29/7 08.50] Pdam: Yaa pak RT
Memasuki hari ketiga, terjadilah respon dari beberapa warga terkait kondisi pemukiman. Respon yang beragam sesuai dengan keadaan tiap kepala manusia. Respon yang dapat diceritakan untuk diambil pembelajaran. Pelajaran hidup dari lingkungan terdekat untuk meraih kebijaksanaan. Karena bijaksana adalah salah satu bekal menuju alam keabadian.

Masuk hari ke empat terdapat potret respon warga Villa Tanah Baru yang bernilai kemanusiaan. Dari air minum sampai makan siang untuk para tukang demi merengkuh nilai kebaikan. Sisi baik yang tercermin dari nilai kemanusiaan.
Tatkala kondisi didepan rumah 🏡 nampak para tukang yang tak kenal lelah untuk satu tujuan baik berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup bermukim. Para tukang yang melupakan rasa capek, kotor, berat, panas demi terpasang nya jaringan pipa air bersih. Para tukang yang tiada pamrih jasa penghargaan dalam penyediaan air bersih. Para tukang yang rela diganjar sekedar menenangkan kebutuhan anak-istri di kampung. Munculah respon warga yang bernilai kemanusiaan.

Jumat ini, ketika menulis kan kejadian tersebut, saya pun telah mulai belajar tentang nilai kemanusiaan.
Respon satu warga yang disampaikan kepada ketua RT 10 menyulut pembelajaran yang lain tentang nilai kesucian.
Rabu Petang hari sebelum sampai ke rumah, satu warga senior menyampaikan respon kaget kepada RT saat melihat banyak tukang dan suara 🔊 penggalian yang sedikit mengganggu kenyamanan.
Meski ada informasi pengerjaan pemasangan pipa distribusi air bersih yang tertulis dari grup WA warga VTB pada tiga hari sebelumnya, namun ketidaksiapan menerima kondisi lingkungan terdekat dari rumah tinggal menciptakan kekagetan dan merusak kenyamanan.
[31/7 18.50] RT 10: Mas aji, galian pindah ke komplek bagian atas, atau daerah aspal, saya minta untuk yg konblok dirapikan dulu y
[31/7 18.50] RT 10: Demi kenyamanan warga
[31/7 18.51] Pdam: Siapp pak RT,
[31/7 18.52] RT 10: Makasih Mas aji, semoga besok , untuk area pipa yang sudah terpasang, konblok dirapikan
[31/7 18.54] Pdam: Baik pak, nanti semua saya rapihkan seperti semula lagi pak RT
[31/7 19.10] RT 10: Ok, tadi siang mungkin sudah ada bapak2 yg komplain ke tukang atau mandor atau ke mas aji y
[31/7 19.10] RT 10: Ni bapak2 datang ke rumah, menyampaikan lagi
[31/7 19.42] Pdam: Yaaa tadi sore pas jemput tukang, saya ngobrol sm bapak2 tua pak RT, dia sampaikan ada saluran resapan ke taman,
[31/7 19.43] Pdam: Siapp siapp pak RT, besok sblm mulai saya brifing dl tukangnya,.
[31/7 19.43] Pdam: Mohon maaf ya pak RT
Saya pun harus belajar mendudukan keberpihakan jabatan ketua RT atas satu respon warga terkait kondisi lingkungan tinggal. Cara pandang mendudukan respon warga yang dapat merengkuh nilai kesucian.
Dari satu respon warga tersebut dan ditambah dengan informasi respon lainnya, tepat dihari keempat, melalui security dan pesan singkat kepada PIC PDAM, saya menghentikan penggalian.
[1/8 07.17] Pdam: Yaaa pak hari ini full untuk perapihan, jika bagian bawah sudah slsai kita mulai pekerjaan diatas pak,.
[1/8 15.57] Pdam: Sore pak, perapihan sudah selesai, tinggal 2 lobang sudah masuk jam 4,. Kita selesai hari ini dilanjut besok pak RT.
[1/8 17.09] RT 10: Tapi kurang rapi y, level kon blok agak naik, tolong lebih rapi lagi
[1/8 17.15] Rekanan Pdam: Aga naik kl bekas galian nanti turunnya rata, kl diratain nanti bisa aga turun sedikit..
Satu persyaratan untuk melanjutkan pekerjaan adalah jalan berkonblok pada area yang telah terpasang pipa jaringan air bersih, harus kembali seperti semula. Secara detail seperti kondisi level konblok yang rata, tidak nongol sehingga tidak meyebabkan anak balita tersandung saat berlarian.
Dalih kenyamanan kawasan bermukim, rasa sensitif atas keberpihakan selaku RT kepada warga nya, membangkitkan energi untuk intervensi kepada PIC PDAM. Sampailah pada pembelajaran mendudukan respon warga sebagai satu sinyal untuk melestarikan nilai kemanusiaan dan nilai kesucian.
Tatkala nilai kemanusiaan luntur di tengah tengah masyarakat, bukan berarti telah berganti zaman. Dalam bahasa Jawa, “ng uwong ke” dalam kalimatku “ketua RT yang mempunyai keberpihakan terhadap warga” demi menjaga nilai nilai kemanusiaan yang telah ada sebelum tinggal bersama di Villa Tanah Baru.
[1/8 19.41] RT 10: Sore tadi, di tanya ama ibu2, kalo konblok nya naik, anak2 bisa tersandung. Begitu kata ibu2
[1/8 19.44] RT 10: Trus untuk bapak2 kemaren, kayaknya masih harus ente temuin lagi deh. Karena saya masih denger kok kayaknya masih butuh disamperin.
Ajak security untuk nemuin…besok y, sebelum gali gali
[1/8 20.07] Pdam: Siap pak RT
Pagi ini, di tanggal 2 agustus tanpa direncanakan, dapat mediasi satu warga senior dengan PIC PDAM disaksikan koordinator security dan petugas security. Adalah hak warga, terlebih warga senior dalam menerima dan tidak menerima kondisi lingkungan.
Hal tersebut karena pemahamanku selaku RT 10 yang hanya memiliki kapabilitas sebagai petugas. Petugas yang terpilih dari suatu pemilihan yang diyakini menjadi bentuk demokrasi.
Tentunya pemaknaan kapabilitas selaku petugas dikaitkan pula dengan konsep perijinan, misalnya izin keramaian atau IMB dapat di acc setelah mendapatkan persetujuan tetangga kanan dan kiri.
Untuk itu, ketika satu warga yang secara sadar mendatangi rumah ketua RT dan menyampaikan keberatan atas penggalian pipa distribusi air PDAM, saya maaknai sebagai respon dalam kerangka keberpihakan kepada warga/nguwongke.
Rangkaian adegan demi adegan pada lima hari belakangan ini, memberikan ku kesempatan untuk belajar menggapai nilai kemanusiaan juga nilai kesucian. Suci karena tidak ada pamrih apapun selain tersedianya fasilitas air bersih untuk warga melalui PDAM. Mempertemukan kebutuhan warga dengan penyedia air bersih.
Meski suci juga tidak harus melupakan nilai kemanusiaan untuk memiliki rasa keberpihakan (nguwongke) meski bukan mayoritas, hanya satu warga yang nampak resisten. Karena sejatinya resistensi bermula dari rasa kepemilikan terhadap VTB.
Terimakasih VTB yang tak henti memberikan diri ini pembelajaran. Matur nuwun bapak yang mengingatkan saya untuk terus meraih kebijaksanaan.
Proses pengerjaan pemasangan pipa distribusi air bersih oleh PDAM memerlukan perhatian dari seluruh warga, bukan hanya seorang RT melalui security. Dan semoga di akhir Agustus 2019 telah selesai dari Blok H sampai nanti di Blok A.
Besar harapan untuk terus memberi masukan kepada RT dalam menjalankan tugas lingkungan demi terciptanya kenyamanan daerah bermukim. Mumpung masih ada kesempatan, kita terus bagi membahu dalam menjaga tiap jengkal perumahan Villa Tanah Baru demi mewujudkan perumahan yang nyaman.
Semoga bermanfaat