
…….kemesraan ini, jangan lah cepat berlalu…..penggalan lagu Iwan Fals. Begitu kiranya yang terjadi di suasana hati. Melalui tulisan ini, kusampaikan rasa syukur atas kebahagiaan ☺✨ sebagai anugerah Sang Pencipta.
Tumbuh bersama dengan anak dan istri merupakan penghargaan luar biasa. Meski sebagai ayah yang punya kewajiban mendidik anak, namun kumaknai sebagai tumbuh kembang bersama. Tumbuh kembang bersamaan sebagai bentuk penghargaan, bukan penghargaan dari institusi atau dari orang lain, cukup merasa berharga saat saat anak dan istri senantiasa memanggil.
Saat laju kehidupan bergerak dengan cepat, berbagai keadaan dihadapi bersama keluarga, rasanya cukup menenangkan hati. Sehat dan sakit, sedih dan gembira, suka dan suka, berat dan ringan menjadi warna yang terus menyertai keluarga. Banyaknya yang suka dan menyenangkan sih…😍
Masih di bulan Agustus, beberapa memori sengaja saya tuliskan untuk meninggalkan jejak kebersamaan. Saat besar nanti, tatkala anak2 mendapati tulisanku, mengharap mereka dapat memaknai kebersamaan dalam kerangka Syukur kepada Sang Khaliq.
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/08/06/flu-singapur/
Misalnya pada tautan di atas, saat anak2 mengalami sakit dlu singapur, memaknai sehat dan sakit menjadi bagian dari perjalanan hidup.
Aktivitas bersama keluarga seperti pulang ke Sleman menjadi liburan yang penuh makna, pada tulisan berikut
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/08/11/memori-di-sleman/
Sedangkan di bulan Juli, ” kebersamaan adalah liburanku’ ku ungkap melalui tulisan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/30/berlibur-adalah-bersama-%f0%9f%8c%bf%f0%9f%8d%83/
Bulan Juli pula, saat bang Thole meneriakkan kegemaran dan kebahagiaan dengan “mainan di tulisan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/12/mainan-thole/
Sisi kehadiran seorang istri tatkala kita mempunyai bayi, menjadi pertimbangan akan arti suatu kesetiaan. Pada tulisan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/08/kemesraan-dengan-bayiku/
Repot jika dapat giliran menjaga anak bayi.
Anak mulai beranjak pada masa sekolah, menjadi perhatian untuk orang tua. Ulasan yang bertepatan dengan hari anak nasional, https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/24/hari-anak-nasional/ merupakan memori cuti kerja hanya untuk anak.
Belum pasti, bentuk perhatian yang bagaimana tatkala bocah 4 tahun dikenalkan dengan bangku sekolah. Sampai hari ini, Thole masih enggan bersekolah.
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/22/dipta-ke-madrasah/

Dan kita, orang tua, masih menaruh harapan, bentuk cita cita, menerima misteri akan takdir anak anak setelah besar nanti. Bisakah Nasywa mempunyai karya ????
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/30/nasywa-calon-penulis-ternama/