VTB, antara kemanusiaan dan kenyamanan

Hanphone berdering dari ibu salah satu pemilik rumah di perumahanku. Kurang lebih 15 menit, ibu tersebut menyampaikan penjelasan atas beredarnya diskusi di salah satu grup warga.

Sebelumnya, saya selaku warga yang ditunjuk sebagai ketua RT, berusaha untuk mendengar keadaan yang terjadi di lingkungan. Meski telah berlangsung satu tahun, keberadaan pengontrak Ibu dan dua anak di salah satu rumah diterima baik di lingkungan sekitar. Bahkan ruang sosial, menggerakkan jiwa kemanusiaan para penghuni rumah lainnya yang berdekatan dengan pengontrak saat melihat kondisi lumpuh dan sakit tua.

Tak jarang, uluran pertolongan yang muncul dari rasa iba, tergambar dari hidup bertetangga. Seorang ibu yang sudah tua dirawat dengan penuh kasih sayang oleh satu anak muda. Anak muda yang menjadi anak angkat, membalas budi baik si ibu tersebut.

Ada beban yang juga harus ditanggung oleh si muda ini, dengan keberadaan anak kandung si ibu pada kondisi lumpuh. Meski si anak muda berfokus untuk membalas budi baik si ibu, namun melekat keberadaan orang lumpuh.

Laporan dari tetangga yang nempel di sebelahnya, tak jarang terdengar teriakan orang di malam hari. Setelah di cek, teriakan berasal dari orang lumpuh yang kebetulan sendiri sedangkan si anak muda untuk merawat si ibu di rumah sakit.

Dari laporan tersebut, ku beranikan untuk menyampaikan kepada si pemilik rumah.
[17/8 10.32: Siang bu, Ijin menyampaikan kondisi rumah ibu. Mohon perkenan, untuk mempertimbangkan perpanjangan kontrak dg penghuni yang saat ini. Saya yakin, pasti rumah ibu pasti akan laku terjual dengan pengontrak baru. Dikarenakan pengontrak saat ini, sering berteriak di malam hari…dan ada beberapa warga yang memberi masukan kepada saya untuk menjaga kenyamanan tempat tinggal
[17/8 11.10] pemilik rumah: Oh bgt ya pak, Bln 6 saya kasih perpanjang,krn pengontrak nya blg ibunya mau di taruh di panti jompo. Nanti saya bicara dgn pengontraknya. Terima kasih info nya pak
[17/8 11.19] RT: Terimakasih bu, kita pelan pelan dan dengan kebijaksanaan melihat semuanya. Sisi lingkungan, sisi kemanusiaan, dan sisi ibu yang memiliki rumah🙏🏻👍🏻
[17/8 11.16] Pemilik rumah: Ya pak,tp trs terang saya bingung jg hrs blg apa ke pengontrak. Kontrakan Smpi bln 6 thn depan. Ok pak, saya bicarakan dgn suami. Terima kasih
[17/8 11.14] RT: Saya merasa harus berjiwa kemanusiaan. Tp juga harus mendengar kan masukan tetangga. Jika tahun ini telah diperpanjang, kita hormati juga. Krn pengontrak, saya liat kebingungan, merawat anak si ibu tersebut

Hari ini, berdasarkan penjelasan dari ibu pemilik rumah, sebagai bentuk perhatian kepada Perumahan VTB dan penghormatan sisi kemanusiaan, saya selaku RT menerima penjelasan dan mengambil kebijaksanaan:
1. Berdasarkan laporan tetangga dan menjaga kenyamanan, masa kontrak rumah sampai dengan bulan Desember tahun 2019, berdasarkan uang kontrak yang telah diterima pemilik rumah;
2. Jika dalam waktu sampai dengan Desember 2019, masih terdapat gangguan kenyamanan, maka pemilik rumah bersedia mengembalikan uang sisa kontrak kepada pengontrak;
3. Tetangga sebagai pelapor dipersilahkan berembug atau rundingan dengan anak muda sebagai pengontrak dengan terkait ketidaknyamanan.
4. Pelapor menyampaikan hasil rembug atau rundingan kepada RT yang akan diteruskan kepada pemilik rumah.

Akhir tulisan ini, semoga kita bersama dapat meraih kebijaksanaan dalam hidup bertetangga. Narasi diatas diharapkan dapat mendudukan dinamika sosial di perumahan tempat bermukim. Saat kita dapat mendudukkan kejadian dengan tepat, semoga dapat terhindar dari perasaan emosi, mis komunikasi, dan salah persepsi.

Semua demi manfaat adanya perumahan Villa Tanah Baru, bukan hanya warga VTB yang terbina kerukunan dan kenyamanan saat berdomisili perumahan Villa Tanah Baru, namun bagi manusia dari mana saja yang telah berkenan untuk terus menjaga PERUMAHAN VTB.

Terimakasih kepada pihak pihak yang terkait dalam kejadian ini, semoga dapat menghasilkan kesepakatan yang memanusiakan manusia.

Semua adalah warga. Warga yang harus aku hormati dan aku layani. Warga yang telah berkenan mengajarkan kebijaksanaan dalam kehidupan ku. Saya pun juga warga biasa. Empat kategori warga VTB lainnya adalah :

1.Penghuni perumahan dalam kondisi pemilik rumah maupun pengontrak.

2.Pemilik rumah meski belum menempati.

3.Pemilik rumah meski tidak ber KTP VTB namun berdomisili di VTB.

4.Pemilih rumah, berdomisili di VTB dan ber KTP VTB

Semoga bermanfaat.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar