
Informasi wafatnya putra terbaik Indonesia, BJ Habibie pada Kamis, 12 September 2019, mengisi seluruh media sosial. Termasuk Whatsapp Grup dari seluruh komunitas. Seluruh rakyat Indonesia terinspirasi kiprah beliau semasa hidupnya.
Bagi yang jago puisi, mendedikasikan bait bait puisi untuk beliau. Uztadz pun menceritakan kisah pendidikan masa kecil yang pantas untuk diteladani. Instansi pemerintahan mengirimkan karangan bunga.
Kanal berita baik cetak maupun online, memberitakan memori seorang tukang insinyur yang ahli dalam perpesawat terbangan. Televisi pun meliput prosesi pengurusan jenazah dengan selingan wawancara publik figur yang sempat menjalin kedekatan dengan Tokoh pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Banyak juga yang mengirim pesan berantai dengan merangkum kembali pesan kebaikan yang pernah terucap saat BJ Habibi berpidato. Melalui negara terbitlah surat Menteri Sekretaris Negara untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari.
Ribuan orang memberikan ucapan turut bela sungkawa melalui media sosial sebagai rasa bersedih atas ditinggalkan. Presiden dan mantan presiden menyampaikan bela sungkawa melalui televisi.
Mondar mandir meme secara online dg nampak foto BJ Habibie dengan pesan kebaikan yang pernah disampaikannya. Seluruh bangsa Indonesia berkabung. Sedih ditinggal tokoh bangsa. Pun, istriku yang membaca berita, menyampaikan kepadaku “kok aku ikut sedih y”
Pun di tulisan ini, dan pasti banyak yang akan mengenang nama harum BJ Habibie melalui blog WordPress. Sebagai penjaga rekaman kegiatan atau peristiwa, saya untai kata demi kata untuk turut berduka cita atas berpulang keharibaan Sang Khaliq.
Kucari tanda tangan basah Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie di khasanah arsip Ditjen Migas. Aku pun menemukan dua daftar pada aplikasi dengan uraian informasi “Surat persetujuan Presiden kontrak bagi hasil” pada suatu wilayah kerja migas tahun 1999.
Kisah kehidupan BJ Habibie yang pernah dibuat film dengan judul Habibie & Ainun (2012), Di Balik 98 (2015), Rudy Habibie (2016), dan Habibie & Ainun (2019) semakin mendekat sosoknya dihati masyarakat Indonesia.
Pun pada lagu lagu yang diciptakan sebagai soundtrack filmnya. Tak pelak meneteskan air mata keharuan bagi para penontonnya, termasuk aku yg haru saat nonton film di tahun 2012.
Buku karangan beliau maupun buku biografi BJ Habibie banyak penggemar nya. Dokumentasi liputan oleh Televisi pun diputar kembali dalam masa berkabung nasional. Foto2 beliau saat masih kecil, masa muda atau saat menjabat wakil presiden dab Presiden RI ketiga kembali beredar.
Tak ada habisnya untuk mengilustrasikan prestasi BJ Habibie. Sedari bidang teknologi sampai dengan kehidupan kebangsaan lainnya. Tokoh yang melekat dihati rakyat Indonesia karena pengabdian kepada Tuhan dan seluruh alam semesta sebagai ciptaaNya.
Semoga bermanfaat