
Apa yang dilakukan untuk menemani anak setelah keseharian bekerja di kantor di petang sampai mereka tertidur?
Pada tulisan ku sebelumnya,👇 👇, ilustrasi kejadian petang setelah magrib, adalah waktu tiba di rumah setelah lebih 12 jam dalam bekerja.
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/09/18/mushola-rt-10-vtb/
Selain mengisi waktu dengan berjamaah Isya’ di Mushola, apalagi yang dapat diilustrasikan untuk menemani anak menjelang tidur?
Tak jarang ku berusaha membuka diri untuk sedikit bercanda dan memancing obrolan kepada anak seperti menanyakan aktivitas di sekolah untuk kakak Nasywa atau menanyakan aktivitas bermain untuk Thole. Selain itu pastilah makan malam bersama.
Namun demikian, waktu 2-3 jam sebelum anak anak tertidur, pastilah terjadi kegiatan bersama. Perlunya kita menyatu dengan aktivitas bersama anak agar terjalin cemistri sebelum nantinya mereka terhubung dengan dunianya
Kita semua, sebagai orang tua, pasti memahami bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Thole yang belum lima tahun misalnya, menjadikan aktivitas pokok keseharian dengan bermain. Pun menjelang tidur, mainan dibawa bawa sampai ke tempat tidur.
Pengenalan sekolah untuk Thole, belum dapat terlalui. Berbeda sewaktu kakak Nasywa pada usia 4 menuju lima yang sudah dikondisikan untuk sekolah TK meski sedikit paksaan.
Thole sempat mengenyam bangku madrasah meski hanya berlangsung satu bulan. Nanti diumurnya yang kelima, pasti mau tidak mau, rencanaku bersama istri adalah mengkondisikan agar thole kembali mengalami pengenalan sekolah
Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/22/dipta-ke-madrasah/
Umur menuju kelima, kesepakatan bersama istri adalah memberikan kesempatan kepada Thole untuk full hanya bermain.
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/07/12/mainan-thole/
🔝 🔝 tulisan diatas menjadi gambaran saat Thole gemar pada mainan Gogo Dino 🦕. Dan sebagai penjaga titipan ilahi, aku pun berusaha memenuhi obsesi pada permainan dengan memberikan fasilitas untuk keinginantahuan si anak.
Fasilitas kepada anak misalnya saja mengajaknya ke toko mainan, meski harus punya strategi penghematan. Salah satu strategi penghematan adalah mengajak anak untuk melakukan review mainan melalui channel YouTube sebelum membeli mainan.
Zaman milenial, YouTube menjadi fasilitas yang sangat memberikan perubahan paradigma dan habit kehidupan. Bahkan secara tak sadar, aku pun memanfaatkan channel YouTube untuk melancarkan strategi penghematan untuk memberikan fasilitas dunia bermain anak.
Dan pada akhirnya, YouTube menjadi strategi ampuh dan sarana yang diandalkan untuk menemani anak menjelang tidur.
Bagaimana dengan pembaca semua?
Apakah YouTube menjadi sarana untuk menjalin kebersamaan dengan anak?, ataukah anak dibiarkan sendiri untuk tenggelam dalam menuruti keinginan tahuan dalam dunia bermain anak???
Di akhir tulisan ini semoga terus menjadi pengingatku bahwa yang terpenting adalah jalinan chemistri dengan anak. Apapun sarana itu, bisa jadi YouTube sekalipun, orangtua terus dituntun untuk larut bersama anak, bukan si anak yang teenggelam sendirian bersama YouTube.
Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/08/24/kemesraan-keluarga/
Meniti hari demi hari demi tumbuh berkembang bersama anak dan istri. Kemesraan keluarga agar terbangun chemistri antara orang tua dan anak. Fasilitasi dunia bermain anak untuk menjembatani keinginan tahuan dan ketertarikan anak.

Beberapa channel yang muncul dan kesukai dapat menambah pengetahuan anak anak seperti cocomelon, badanamu, dan pinkfong menjadi bagian dari hari hari bersama YouTube. Menbercandakan aktivitas bersama anak dengan tontonan musikal yang berbahasa Inggris 🏴.
Meski tak jarang anak anak juga mampir pada channel youtube akun lokal yang melakukan riview mainan anak dan channel TV swasta nasional yang menayangkan film animasi. Diawali dari tobot, gogodino, lego city dll.
Pada minggi terakhir ini sampailah pada channel youtube tentang tanyangan edukasi seperti Si Otan dunia binatang dan Laptop Si Unyil.
Yang paling akhir lagi ditulisan ini bahwa berharap rekam jejak melalui tulisan ini dapat menjadi kenangan. “Nak semoga kalian mengerti keterbatasan bapakmu ini”
Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/17/nasywa-dipta-rara/