
Japri via Whatsapp dari salah satu kenalan membawaku mengingat hal yang terlewat untuk dituliskan. Dia mengingatku betul saat suara sumbang dalam tembang “sewu kutho” tidak begitu merdu mengisi ruang ballrom lantai 21 Aston Priority Hotel.
[26/9 17.02] Rini Tajudin berkata: “Sangat menginspirasi sy bos”. Begitu sapaannya setelah membaca tulisanku sebelum ini yang berjudul “komunitas persuratan Ditjen Migas”
Seorang arsiparis pada Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan , Kementerian Kelautan dan perikanan, UPT yang berada di Pontianak masih terngiang sampai lagu kedua “Dia” punyaan Anji yang begitu falz saat aku bawakan.
Merasa lupa kenal saat membaca pesan Whatsappnya, aku pun sempat bertanya, krn memang lupa jika pernah bersama dalam rangkaian kenduri komunitas pekerjaan arsip atawa pemilihan arsiparis teladan tahun 2019.
Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/08/17/finalnya-teladan/
26/9 17.07] Rini Tajudin: sape sih yg lupa ama alunan lagunya🤣🙏, Semoga bapak ta lupe ye sm saye🤭. Khan pernah semeja bareng🤭
Begitu spontanitas berani nyanyi diacara itu, untung lupa atau tidak tahu jika begitu banyak penyanyi merdu yang hadir di malam penobatan arsiparis teladan nasional pada 18 Agustus 2018 itu. Spontanitas yang memberkahi, menjadi bahan ingatan mentautkan jalinan silaturahmi kembali.
Di akhir tulisan ini, ku titipkan salam rindu buat semua saja yang hadir di salah satu acara kendurinya pekerja arsip “alumni artelnas19”. Jika saja malam itu diberikan kesempatan untuk meneruskan kemesraan melalui bernyanyi bersama, pasti begitu indah 🌺.
Semoga bermanfaat