Dimanakah arsip?

Manfaat apa yang bisa diberikan dari kerja kearsipan? Jangan jangan jenis pekerjaan ini tidak memberikan manfaat y???? Bagaimana pendapat pembaca yang juga berporfesi arsiparis atau pegawai arsip ???

Apakah anda sebagai arsiparis telah merasa mencukupi kebutuhan pencarian arsip? Apakah orang yang membutuhkan arsip telah dibantu? Ataukah sama sekali belum pernah membantu orang mencari arsip? Jika pernah, berapa kasus pencarian arsip yang berhasil?

Pertanyaan diatas memenuhi otaku dihari minggu ini. Sekali lagi diri ini dibuat tak berkutik saat staf di unit kerja bertanya 👇 👇 👇
[27/9 10.05] Suciati Sdml: Mas Nurul, maaf sy suci mau menanyakan kep dirjen migas no.25k/36/DDJM/1990 mengenai mengaturan LPG dan no.16k/34/DDJM/1992 mengenai pemasaran zat aditif BBM apakah berkas tersebut ada di bagian arsip. Terima kasih ya mas.
[27/9 14.48] Suciati Sdml: Ini dari surat pembaca mas yg minta, soalnya di google banyak yg ngebahas ttg sk ini, makanya di minta ke migas
[27/9 16.40] Suciati Sdml: Mas nurul ada engga sk nya. Soalnya mas agus udah nanyain

Berbagai alibi untuk membela diri muncul diotaku.
“Aku bekerja arsip sering direcoki pekerjaan lain hingga gak fokus”. “Aku kan menerima estafet dari pegawai sebelumnya, dimana aku harus memulai lagi untuk mendata dan menyimpan bahkan mengalihmediakan”. “Ruang simpan nya saja tidak sebanding dengan jumlah arsip, manabisa menghasilkan layanan yang maksimal” .

Kejadian tidak diketemukan arsip menghakimi arsiparis meski beberapa kasus telah berhasil memberikan layanan pencarian arsip. Perasaan sedih pun melanda diri, tatkala arsip yang dicari tidak ketemu.

Aku pun jadi berfikir, jika nanti beralih profesi bukan lagi di kearsipan, apakah kejadian “tidak diketemukan arsip” akan terulang lagi????? Sekuat kuatnya niatku ingin terus berada di arsip migas, 15 tahun lagi sebelum nanti menjelang purna tugas.

Posisi kearsipan sebagai bagian dari jalan pelayanan sangat mulia untuk diemban. Tak harus diberikan apresiasi atau diposisikan menjadi program unggulan, bagiku tak menjadi soal.

Malu 🙈 kiranya, kebutuhan arsip yang akhir akhir ini semakin meningkat, masih saja sering kandas. Sejak diberikan server sebagai media simpan database di tahun 2016, belum mengoptimalkan pencarian arsip. Ratusan ribu data dan ribuan file pdf, masih saja meleng. Tak semua permintaan arsip dapat dipenuhi.

Apa yang salah????
Suatu hari kusimpulkan bahwa ketersediaan Arsip perlu jejaring hingga mampu menjawab seluruh kebutuhan arsip. Kala itu kudasarkan pada unit kerja yang memiliki fungsi dukungan administrasi sesuai dengan kedudukan pejabat penandatangan arsip.

Arsip bertandatangan menteri harus disimpan oleh TU Menteri, kemudian ke Biro Umum selaku Unit Kearsipan. Unit kearsipan direktorat jenderal pun harus menyetorkan arsip nya ke unit arsip kementerian. Mungkin kali itu, kandas nya pertemuan arsip bertanda tangan menteri olehku, mencuatkan alibi melalui ulasan tulisan yang menggambarkan kesimpulan bahwa arsip perlu jejaring.

Kini apalagi yang akan kutulis dan kuulas terkait kandas nya pertemuan arsip bertandatangan direktur jenderal yang seharusnya disimpan dengan baik oleh Unit Kearsipan Direktur Jenderal.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Dimanakah arsip?

Tinggalkan komentar