
Rabu, 2 Oktober 2019
Tim arsip Ditjen Migas menyambangi Gedung Arsip Lemigas. Kegiatan mencari keberadaan arsip migas terus dilakukan salah satunya pada Gedung Arsip Lemigas yang berlokasi di Cipulir Jakarta Selatan. Sebanyak 164 boks tersimpan di gedung tersebut dengan arsip kurun waktu 1959 – 1991.
Dikala kebutuhan arsip semakin meningkat, unit kearsipan Ditjen Migas terus memperbaiki layanan kearsipan demi ketersediaan arsip sebagai faktor pendongkrak kinerja institusi publik. Sebagaimana tautan berikut 👇 👇
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/09/29/dimanakah-arsip/
tautan tersebut menjadi ilustrasi bagaimana kebutuhan publik atas keputusan Dirjen Migas tahun 1990 sebagai referensi bagi diskusi publik. Jika melihat umur arsip, lebih dari 20 tahun lalu masih menghiasi pembicaraan terkait sub sektor minyak dan gas bumi di Indonesia.
Lemigas yang awalnya bagian dari unit kerja setingkat eselon dua dibawah Direktorat Jenderal Migas, berkembang menjadi bagian dari badan Litbang KESDM. Kini setelah menjadi Badan Layanan Umum, Lemigas bergerak dengan gesit sehingga menuntut arsip titipan dari Ditjen Migas perlu diselamatkan.
Dari kedua tuntutan yakni pertama adalah kebutuhan arsip jadul atau kurun waktu lebih 20 tahunan, serta tuntutan dari BLU yang diemban oleh Lemigas tersebut, hari ini tim arsip Ditjen Migas menjemput kembali arsip.
Arsip akan diolah kembali untuk menjadi kekayaan intelektual dan memori kolektif sehingga memperkaya Ditjen Migas dalam melaksanakan peran sebagai lembaga publik.
Saya sendiri yang telah membina hubungan baik sesama arsiparis Lemigas yakni Bu jujuk terus melakukan koordinasi sejak diketemukan arsip titipan di era tahun 1990an. Tahun 1990an lemigas di bawah Ditjen Migas dan kini dibawah koordinasi Badan Litbang tidak menjadi kendala dalam pengabdian sebagai penjaga rekaman kegiatan.
Ditemani 10 orang yang terdiri dari empat ASN, 2 pramu kantor dan 3 pegawai lepas serta dua anak magang, telah berhasil diselamatkan 82 boks arsip.
Semoga aktivitas pada hari ini menjadi manfaat sebagai usaha membangun memori kolektif organisasi Ditjen Migas.