Pembinaan Kearsipan

Meningkatnya keterlibatan para arsiparis dan pengelola arsip pada pelatihan, seminar, bimbingan teknis, kontestasi, rapat koordinasi, studi banding sampai dengan pameran arsip menjadi sisi positif bagi pembina kearsipan.

Hal tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas penyelenggaraan kearsipan. Namun demikian, terbersit pertanyaan dalam diri penulis, sejauhmana arah penyelenggaraan kearsipan dapat sesuai dengan sisi positif peningkatan pembinaan kearsipan tersebut?

Apakah peningkatan keterlibatan sumber daya manusia kearsipan dapat dimaintance hingga berkelanjutan? Sudahkah sumber daya manusia kearsipan dapat berlaku sebagai subjek kearsipan. Ataukah hanya menjadi obyek komoditas kearsipan??

Sebuah renungan kecil, obrolan bersama pelaku kearsipan pada lembaga kearsipan nasional bahwa, seringnya rapat dan forum kearsipan, tidak berpengaruh banyak pada permasalahan kearsipan yang bersifat fisik arsip.

Pelaksanaan kearsipan yang riil adalah tatkala keberadaan ruang arsip dibumbui suatu kesetiaan menit demi menit. Lembar demi lembar dibelai dan dipertemukan dengan kesatuan informasi yang logis. Tumpukan berkas diolah kembali menjadi daftar sehingga tersampaikan endapan informasi yang dibutuhkan. Sampai dengan menjaga siklus hidup arsip hingga tampak normal dan sehat kembali. Ruang perkantoran menjadi indah dan menyehatkan bukan terlihat jorok dan semrawut karena arsip.

Kita seperti terserang amnesia dalam kemeriahan kegiatan kearsipan di luar kantor. Padahal sejatinya arah penyelenggaraan kearsipan memiliki lokus di dalam perkantoran.

Atau arsiparis lupa sesaat, tatkala terhantui permasalahan kearsipan seperti permasalahan pada impassing, penilaian sistem SKP dan uji kompetensi sebagai persyaratan kenaikan jabatan.

Ataukah saya saja, yg merasa ada masalah. Yang lain tidak? Well, telepon anak lanang mengharuskanku mengakhiri tulisan ini.

Berikut kegiatan kearsipan di luar kantor yang turut menyemarakkan pembinaan kearsipan yang tertangkap melaluo media sosial WAG.
🌟 Pelatihan teknis pengelolaan arsip dinamis aktif untuk instansi dan pemerintah daerah di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada 31 oktober – 1 November 2019,
🌟 Seminar Nasional pada 28 Oktober 2019 oleh Asisoasi Arsiparis Indonesia,
🌟 Seminar Nasional tentang autentikasi arsip di era revolusi Industri 4.0 di Institut Teknik Sebelas Maret ITS, pada 17 Oktober 2019
🌟 Bimtek perencanaan dan penilaian arsiparis di Institut Pertanian Bogor pada 3-4 Oktober,
🌟 Pameran Arsip Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah pada 24-31 Agustus 2019 dan
🌟 pameran aksara lintas masa istana di Plaza Sudirman Jakarta pada 22-25 Agustus 2019 oleh Kementerian Sekretariat Negara,
🌟 Seminar Nasional tentang kovergensi museum, arsip, dan perpustakaan di era teknologi 4.0 oleh Setjen DPR RI pada 19 Agustus 2019
🌟 Pemilihan arsiparis teladan nasional oleh ANRI pada 15 – 17 Agustus 2019

Pada akhir tulisan ini, penulis berharap semoga arsiparis dan pengelola arsip bukan sebagai obyek dan komoditas kearsipan, namun menjadi bagian dari subyek untuk terus menggerakkan arah penyelenggaraan kearsipan.

PKearsipan yang turut serta dalam pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga bermanfaat

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Pembinaan Kearsipan

Tinggalkan komentar