Sambatan

“Pak’e lagi sambatan” kata ari, adiku saat menjawab pertanyaanku melalui handphon 📱 tadi pagi. Sedari pagi, kembali di Sleman dan disambut dan terngiang kembali kata #sambatan#. Jumat, 18 Oktober 2019

Ajang anjangsana dan manifestasi baiknya manusia jawa kepada tetangga dan saudara dengan saling membantu memperbaiki 🏡 rumah. Begitu kiranya yang bisa kuartikan dari kata #sambatan#.

Bukan hanya tau, tapi aku sempat merasakan keindahan dan kebahagiaan dari mengikuti sambatan. Ya…makan bersama dengan puluhan orang setelah bekerjasama rasanya indah dan bahagia.

Masa remaja di kampung, beberapa kali teringat pernah mengikuti #sambatan#. Mengganti atap rumah yang lapuk dengan bahan atap terbuat dari bambu olahan, identik dengan aktivitas #sambatan#. Sedari nurunin genting secara estafet, ngerakit atap dengan tali ijuk, mungkin setelah adanya paku, diganti dengan paku, dan seterusnya…

Mewah lah, pulang kembali ke sleman, diingatkan dengan kata #sambatan#.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar