Ke Sucen Sleman

Mencari beberapa kata untuk menggambarkan makna dan arti hidup dengan pulang ke kampung. Apa yang bisa diceritakan dengan pulang ke Sleman pada Bulan Oktober 2019 ini???? Jika dua bulan lalu (tepatnya Agustus) terangkai kata kata melalui tautan berikut 👇 👇
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/08/11/memori-di-sleman/

Hidup yang terkesan menghabiskan jatah waktu sebelum menuju ke alam baka, perlu pencarian makna dan arti hidup hingga dapat meninggalkan cerita.

Cerita perjalanan hidup yang akan diceritakan oleh kita sendiri sebelum nanti bakal menjadi bahan cerita orang lain.

Tiada jadwal yang runut saat berada di Sucen. Karena disini bukan tempat yang beracara namun tempat kembali ke jati diri. Maka tak perlu menyusun urutan kegiatan, namun keharusan saja untuk datang kembali di Sucen untuk menguak memori.

Bagiku, Padukuhan Sucen, Kelurahan Triharjo dan Kecamatan Sleman merupakan daerah sebagai pembentukan jiwa. Di daerah ini, jabang bayi menyapa dunia dari rahim seorang perempuan. Di sucen lah tempat aku dibesarkan dari seorang buruh bangunan. Di kampung ini otaku menampung memori baik berupa informasi, suasana, pemandangan, penciuman, kenalan, cerita.

Memori penciuman saat melalui jalan diantara persawahan pada gelap malam. Bau rumput dicampur embun serta dibalut keheningan. Muncul kembali suatu kenangan saat masih SD pada beberapa saat sebagai santri pondok pesantren. Adalah bapak Fatwa Ma’ruf dan nama Darul Ilmi Murten merupakan memori yang ada di otaku.

Memori keberjamaahan di Masjid Asy Syifa, sejak direncanakan pembangunan sampai menjalankan kegiatan seperti TPA, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), kepanitiaan Ramadhan di kampung dan seterusnya. Memori dimana diri ini mempunyai merk sebagai remaja muslim yang lebih taat ketimbang remaja lain yang tidak.

Dulu, saat masih menempuh kuliah, tak ada niat untuk meninggalkan kampung. Lepas lulus SMAN 1 SLEMAN, kata kataku terucap kepada kerumunan beberapa orang dalam nuansa ngaji. Ada satu lagu nasyid yang begitu membius semangat untuk membangun desa tercinta. Meski pada akhirnya, kalimat tersebut aku lecehkan, kukhianati serta kulanggar sendiri.

Coba tuk mengingat kembali lirik lagu Nasyid oleh Gradasi itu yang telah menyebabkan obsesiku membangun desa tercinta.

Karena agak lupa, aku pun copy paste dari link http://liriknasyidterbaru.blogspot.com/2012/03/gradasi-pematang.html?m=1

Di pematang kutatap bulan
Langit cerah cemerlang
Bertabur penuh bintang
Riangkan hati insan
Di pematang ku menerawang
tentang sebutir harapan
yang telah aku tanam
Di tanah kelahiran
Reff:
Butir padi keemasan
Tersapu angin melambai
Seakan membawa pesan
Tentang arti kesetiaan
Akan sebuah kerja panjang
Jalannya semakin terbentang
Membawa cahaya terang
Membangun desaku tersayang
Bridge(etnis):
Hayu batur urang kumpul sarerea
Perhatikeun ciptaan Anu Kawasa
Lestarikeun keur anak jeung incu jaga
(instrumentalia)
(ending)

Meski pernah membius dalam obsesi kala masih masa kuliah, memoriku hanya mampu mengingat bait kedua saja… Itu pun aku harus mendendangkan seperti tim nasyid yang sedang berpentas. Ya, sebagai anggota tim nasyid, dulu aku sangat hafal betul lirik lagu tersebut, pada lagu tersebut, dipercaya sebagai vocalnya dan beberapa kali pentas.

Memori tidak bertahan lama y….kenapa? Bisa jadi karena korban pelecehan. Obsesi yang terlecehkan dari perubahan kondisi. Obsesi membangun desa harus dihentikan untuk menjalani urbanisasi. Obsesi pun dikhianati dengan menjelma diri menjadi kaum urban di tahun 2007.

Pada akhirnya harus kuakhiri tulisan ini dengan satu kesimpulan pencarian makna dan arti hidup dengan pulang kampung adalah, obsesi dan kesetiaan harus di pertaruhkan demi perasaan ketidakberdayaan. Bisa jadi hanya perasaan saja yg terkungkung dengan penjajahan ekonomi.

Kondisi ekonomi miskin dengan cekokan kemajuan pencapaian dan cita cita. Padahal hidup dunia hanya sebatas berperan saja. Kehidupan berjalan dan terus berkembang merupakan sebuah kepastian dari Sang Pencipta.

Semoga bermanfaat

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar