MESDM

Begitu seksi kah sektor energi dan sumber daya mineral di negeri ini, hingga kepemimpinan satu periode (lima tahun) harus dikomandani lebih dari dua orang???

Dari deretan nama Menteri pada dua era kepemimpinan nasional yakni Presiden SBY dan Presiden Jokowi menyedot beberapa nama sosok menteri. Setidaknya setelah nama Bapak Purnomo Yusgiantoro yang secara penuh menjabat lima tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang biasa disebut dengan MESDM telah berganti seiring pengumuman oleh Presiden Jokowi pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019 jam sembilan pagi.

Dari siaran televisi 📺 yang kulihat di kantor Gedung Ibnu Sutowo lantai 4, MESDM dipercayakan kepada Bapak Arifin Tasrif. Dari kalimat Presiden memperkenalkan sosok yang pernah menduduki duta besar RI untuk negara Jepang dan pernah pula menjabat direktur di salah satu BUMN.

Diriku yang merasa sebagai ASN di Kementerian ESDM, terusik untuk mengetahui lebih jauh terkait sosok MESDM pada kabinet Indonesia Maju periode 2019 – 2024. Bukan apa apa, terkadang pertanyaan tetangga kanan kiri datang padaku untuk menanyakan siapa menteri yang memimpin kantorku.

Dari WAG seprofesi pada jabatan arsiparis kudapati info bahwa beliau alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Kimia. Dan dari hasil gogling kudapati tulisan pernah menahkodai holding company PT. PUPUK Indonesia.

Dari bacaan arsip di dalam tugas keseharian, memang gas untuk industri pupuk cukup menghiasi otak ku. Meski baru sebatas niat pengen sedikit mengulas bagaimana proses bisnis gas dalam industri pupuk. Sekarang disuguhi informasi tukang pupuk sebagai pemimpin sektor ESDM.

Sontak memoriku teringat omongan Alida, temen semasa kuliah di Diploma tiga kearsipan UGM, bahwa industri pupuk tidak bisa jalan tanpa adanya Kebijakan dari sektor migas.

Dalam benaku kemudian menangkap sinyal adanya penekanan kebijakan Gas pada industri pupuk Indonesia. Atau kemudian, ketika seorang menteri ditetapkan oleh Sang Presiden, mendasarkan keterhubungan sepak terjang seseorang pada bidangnya.

Hari kamis, 24 Oktober 2019,bersumber dari pemberitaan kudapati info serah terima jabatan dari Bapak Ignatius Jonan dan Bapak Archandra Tahar kepada MESDM yang baru.

Menjadi catatan buatku adalah selama mengabdikan diri di KESDM (2009 s.d. sekarang) berderet nama menteri Purnomo Yusgiantoro, Darwin Zahedy Saleh, Jero Wacik, Plt. Chaerul Tanjung, Sudirman Said, Plt. Luhut Binsar Pandjaitan, Arcahndra Tahar, Ignatius Jonan dan kini Arifin Tasrif. Sedangkan jabatan wakil MESDM antara lain Widjajono Partowidagdo, Susilo Utomo, Archandra Tahar.

Bagi “kroco mumet” seperti saya, ada dan tidak efek dari kehadiran pemimpin baru bukan menjadi halangan dari pengabdian kepada Negara.

Diakhir tulisan ini, harapan untuk lebih mendapatkan perhatian kearsipan selalu menjadi angan angan. Selama sepuluh tahun terakhir ini, belum pernah satu menteri atau wakil menteri ESDM yang tertangkap gambarnya pada kegiatan kearsipan.

Memang, aku pun harus realistis, kearsipan masih belum menjadi urusan yang dapat dipergunakan sebagai agenda strategis di sektor ini. Sektor energi dan sumber daya mineral lebih kental nuansa bisnis dan terkait dengan urusan “DATA” ketimbang urusan “ARSIP”. Arsip merupakan salah satu bentuk saja dari Data. Data lebih mengemuka dibandingkan arsip.

Semoga bermanfaat

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar