Kota Malang

Apel dan Arema adalah dua kata yang melekat di otaku untuk memaknai Kota Malang. Sejak mendarat di Bandara Abdurahman Saleh pada Rabu 6 November 2019, tak ada tempat lain selain The Lobby Hotel di Kota Batu sebagai tempat berlangsung nya Diklat. Kelar sesi diklat, saya pun kembali ke Bandara ini, untuk meninggalkan Kota Malang.

Oleh oleh apa yang bisa dibawa dari kota Malang?

Ongkos transportasi dari Bandara ke Hotel dengan jarak kurang lebih 20 KM adalah 155 ribu yang dapat diisi oleh empat orang. Dan ongkos dari Hotel ke Bandara dengan penyedia transportasi Online sekitar 104 s.d. 113 ribu.

Perkembangan bandara Abdurahman Saleh pun menambah wawasanku. Sembilan tahun yang lalu, hanya ada dua maskapai yang mendarat disini. Kini melalui layar jadwal penerbangan pada gate keberangkatan terdapat penambahan.

Dari dua maskapai Garuda dan Sriwijaya, kini bertambah dengan kehadiran citilink, batik dan lion. Jadwal penerbangan pertama pada jam 9.35 yakni maskapai Citilink dengan tujuan Jakarta Halim.

Kekhawatiran terlambat chek in, membawaku penolakan masuk area chek in. “jam 7.30 ya pak” kata petugas pemeriksaan yang masih duduk duduk di belakang pintu. Yang terlihat masuk adalah orang2 mengenakan baju seragam atau berkartu identitas di kalungkan.

Menunggu waktu chekin, kusempatkan duduk di area foodcort dengan memesan teh panas seharga tujuh ribu rupiah.

Riuhperbincangan para pegawai bandara menjelang tugasnya, mengiringi hisapanku untuk beberapa batang rokok. Kekhasan logat Jawatimuran dan suara dangdut koplo dari warung menambah keakraban. Maklum, diri ini yang berasal dari kampung di tengah pulau Jawa merasa dekat dengan suara suara tersebut.

Sejuk nya angin pagi ini, membuatku betah untuk hanya sekedar duduk dengan merangkai kata kata di Bandara Abdurahman Saleh.

Di Fasilitas publik ini, kucoba sarana umum berupa toilet yang berada di kedua ujung bangunan bandara. Seukuran kota besar kedua setelah Surabaya di Jawa Timur ini, fasilitas umum sebagai gerbang para pelancong masuk ke Kota Malang cukup memenuhi standar.

Foudcort dengan berjajar rapi di ujung pintu keluar menjajakan makanan dan minuman. Bagiku sebagai perokok, sangat menarik untuk mendatangi dengan adanya asbak di meja meja depan warung.

Mendekati jam terbang, aku pun segera beranjak dari duduk dan langkah kaki terhenti di depan petugas Chek In dengan menunjukkan ID card dan Tiket bentuk pdf. “lantai dua ya pak, terima kasih” kata petugas Chek In sembari menyerahkan print out bording pass.

Tidak ada keterlambatan kedatangan Airbus 320-200 dan 9.30 sudah duduk di Kursi 8D. “Waktu penerbangan, 1.40 Menit setelah keberangkatan, cuaca bagus namun terdapat keadaan angin kencang pada 36 ribu kaki, meski demikian namun kondusif” kata Pilot sebelum lepas landas pada jam 9.45 WIB.

Terimakasih Malang

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar