
Musim pengadaan arsiparis telah tiba. Setidaknya sampai dengan tanggal 24 November 2019, buat yang telah memegang ijazah Kearsipan dapat melakukan pendaftaran.
Melalui media online secara serentak, formasi calon arsiparis bakal terisi. Input data sedari biografi diri berdasarkan persyaratan harus dilakukan setepat tepatnya.
“Pak, saya ijin ke kantor BKN karena terdapat isian data yang salah input” kata Dinda. Menurutnya, konfirmasi ke BKN melalui Twitter dan nomor telepon dengan ekstensi tertentu tidak mendapatkan respon.
Dinda, lulusan Diploma tiga di kampus Biru Jogja hampir setaun magang di kantorku. Tahun lalu, dia merasa terlewatkan dari takdir sebagai calon arsiparis di Kementerian yang dianggap nya sangat Elit.
Semoga menjadi manfaat buat temen2 pembaca yang akan melakukan input data pendaftaran. Dinda menyadari, bahwa terlalu tertarik pada perbincangan online dengan topik pendaftaran cpns. Dinda sadar bahwa telah lengah dari tuntutan ketelitian membaca petunjuk pengisian data diri secara online.
Tanpa harus melihat kejadian kesalahan input data, sebetulnya nalar kita sudah harus mengikuti logika validitas. Setiap pendaftaran online, pastinya menyertakan petunjuk pengisian yang perlu dibaca berulang kali agar mendapatkan ketepatan pengisian.
Kini, ratusan formasi calon arsiparis yang mendekati angka seribu telah tersedia di Pemerintah baik pusat dan daerah. Kegamangan dalam memilih suatu instansi, pastinya disertai dengan asumsi dapat diterima.
Kuantitas formasi calon arsiparis yang mencolok pasti menjadi seruan para pendaftar. Selain itu, anggapan suatu instansi atau pemerintah daerah yang dikira elit menjadi pertimbangan juga. Terlebih di pusat kota besar seperti Jakarta atau di Ibukota provinsi.
Tahun 2018, aku juga sempat mendampingi para pendaftar calon arsiparis. Pendampingan secara moril saja, yakni menerima calon pendaftar dengan diawali magang kerja di kantorku.
Aku terus menekankan pada temen2 yang berasa punya kesamaan takdir sebagai pekerja kearsipan, bahwa untuk dapat mendekatkan kepada takdir diterima sebagai arsiparis yakni berusaha membawa diri pada momentum tertentu di bidang kearsipan.
Diakhir tulisan ini, semoga menjadi takdir Dinda dan Della (yunior dari kampus jogja) dapat menjelma sebagai calon arsiparis. Dimanapun kalian menentukan pilian, itu bukan menjadi pembatas kaderisasi arsiparis Indonesia
Bagiku yang telah lebih dari 10 tahun meniti jabatan kearsipan, berasa berarti jika terus memperhatikan kaderisasi sebagai solusi ketimpangan kearsipan
Baca juga
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/01/12/129/
Semoga bermanfaat