Merasa Bahagia dengan Sederhana

Keluarga kecil bahagia
Siapa sih yang tidak terngiang punya keluarga yg bahagia. Beberapa catatan kecilku, untuk menandai langkah kehidupan yang terus bergerak. Kuuntai kata kata dan kuunggah melalui media blog.

Diakhir pekan, menjalani aktivitas bersama. Hanya untuk sekedar membuat tersenyum bersama. Sabtu dan minggu kebiasaan bangun siang, pun di tanggal 17 November 2019 7.30 WIB mulai terjaga.

Memandikan anak, menjadi gairah kehidupan tersendiri untuk bersiap jalan bareng. Hanya sekedar mendatangi toko yang menjajakan kebutuhan konsumsi seperti susu anak dan makanan kecil sebagai hiburan anak anak.

Minggu ini, stok susu cokelat untuk usia diatas 5 tahun dan tidak terikat merk tertentu menjadi alasan untuk keluar bareng anak anak. Swalayan langganan yang telah gulung tikar pada pusat perbelanjaan di Cinere memaksa untuk lanjut ke swalayan dengan nama yang sama di ujung jalan menuju terminal Lebak Bulus.

Lepas terpenuhi tiga karton susu dan belanjaan lain, perjalanan liburan keluarga kecil terdampar di warung Soto Lamongan. Nasywa dan Dipta disuapin ibunya. “alhamdulillah, semua sudah kenyang, hampir semangkuk soyo dihabiskan oleh Nasywa dan Dipta” kata istriku sambil beranjak untuk memberikan Rp. 33 ribu kepada pedagangnya.

Janji kepada Nasywa dan Dipta atas buku mewarnai dan buku cerita, menghentikan laju 🚙 Veloz 1,3 di Toko buku dan alat tulis “Sederhana”. Dua buku mewarnai untuk Dipta dan satu paket mini twist crayon, sedangkan Nasywa dapet 1 buku gambar, pensil dan dua buku cerita.

Selesai sudah liburan jalan bareng yang tak butuh waktu setengah hari. 12.30 WIB sudah berada di rumah 🏡 tanpa ada obyek wisata atau tempat hiburan yang disambangi.

Bagi keluarga kecil ini, Sabtu dan minggu menjadi hari kebersamaan dan liburan meski dengan hal hal sangat sederhana. Bahagia itu sederhana.

Semoga bermanfaat

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar