
5 Desember 2019. Terbaring di ruangan tengah sawah yang disebutnya homestay, kuuntai kata demi kata sebagai tanda pernah menapaki kaki gunung dieng.
Puncak sikunir bisa jadi menjadi kenangan Bapak Agus Sunaryo, Ardhi, Arman, dan Irvan. Atau setidaknya menjadi kenangan ku pada bagian akhir dari perjalanan kunjungan lapangan pengecekan BMN Konkit untuk nelayan.
Lepas dari Waduk Wadaslintang, genangan air tawar yang cukup melegenda di masyarakat sekitar pegunungan Wonosobo, menjadi lokasi titik serah 338 paket bantuan masyarakat dalam program konversi BBM ke BBG.
Total bantuan langsung kepada masyarakat nelayan Kabupaten Wonosobo dalam kerangka diversifikasi energi, telah menyentuh kurang lebih mendekati separo dari total nelayan tradisional. Penggantian mesin lama dengan mesin baru beserta paket konventerkit dan tabung LPG 3Kg diharapkan bukan hanya meraih ketahanan energi dengan penganekaragaman sumber energi, namun dapat meningkatkan pendapatan menangkap ikan.
Kurang lebih 600 orang nelayan di Kabupaten yang berada di tengah pulau Jawa (Wonosobo), pada dua tahun terakhir ini telah menerima stimulus peningkatan perekonomian keluarga berupa paket konventerkit dan mesin penggerak kapal.
Meski Telaga Menjer sebagai wilayah PLTA dibawah pengelolaan Indonesia Power bukan lagi tempat penyebaran benih, namun sisa konservasi ikan dan keberadaan nelayan di sekitar juga terbagi 23 paket. Sehingga menggenapi jatah Kabupaten Wonosobo di tahun 2019 dengan total 361 paket bantuan dari Kementerian ESDM cq.Ditjen Migas melalui penugasan kepada PT Pertamina.