
Aku menanam satu pohon nangka “gori” dari seukuran dapat dibawa memakai motor, kini telah berbuah beberapa kali.
Sejak tahun 2014, ketika pertama kali menempati perumahan Villa Tanah Baru Jl. PALAKALI kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok Provinsi Jawa Barat, yang terpikir olehku adalah suasana udara sejuk.
Untuk itu, beberapa pohon kutanam di depan rumah meski area tanam sangatlah terbatas. Dua pohon telah tumbang karena dimakan rayap dan area tanam menjadi lahan perluasan bangunan rumah.
Dua pohon itu adalah mangga dan jambu jamaika. Sedangkan dua pohon lain sampai sekarang masih tumbuh hijau adalah sirsak dan nangka.
Yang menonjol adalah dari beberapa pohon itu adalah pohon nyangka. Kini tinggi pohon hingga empat meter tinggi dahannya. Dari balkon depan rumah senantiasa terpandang kedua mataku. Hijau daun nangka dengan setia mengeluarkan oksigen murni untuk menjaga keseimbangan alam.
Setelah dua kali berbuah, pohon nangka menunjukkan keanehanya. Berbuah untuk ketiga kalinya, kok sama sekali tidak ada nyamplung yang jadi. Hanya dami nangka yang juga berasa manis.
Menanam pohon membawa suatu cerita, minimal untuk sanak famili atau teman yang bertanda ke rumah. Pohon di depan rumah dengan buang nyangka di badan pohon menjadi bahan perbincangan.
Bahkan, buah nyangka hasil tanam telah dibawa ke kantor istri. Pimpinan di tempat kerja begitu tersanjung dengan rasa manis buah nangka. Kebetulan memang suka dengan buahnya.
Melalui tulisan ini, kuabadikan adanya pohon nangka. Sebelum akar tunjang pohon nangka membuat masalah, biar memberikan keteguhan disaat terik matahari siang hari.
Begitu cepat meninggi pohon nangka meninggalkan pohon sirsak di sebelahnya. Saat istriku kupinta merebus daun sirsak, kala itu masih persis didepan rumah, air rebusan berasa daun nangka. Ternyata salah petik.
Mungkin menjadi perjodohanku dengan pohon nangka. Tak disangka, meski pohon telah dimakan rayap, masih dapat bertahan hidup.
#yukMenanamPohon
Semoga berguna
Satu pendapat untuk “POHON NANGKA”