Di balik kata “Penjaga Gudang”

Mengapa harus malu disebut sebagai penjaga gudang. Ilustrasi ini adalah pembelaan diri saat keterbatasan kata mengiringi penyebutan profesi.

“Arsiparis si penjaga gudang”, saya kok menerima dengan sepenuh hati. Penyebutan itu tidak merendahkan martabat.

Bahkan dengan tenang, kuilhami diri ini sebagai penjaga gudang. Tapi y..karena aku bersinggungan dengan komunitas arsiparis yang berisikan sesama ASN dalam jabatan arsiparis, kudapati ketidaksetujuan penyebutan kata “penjaga gudang” .

Untuk itu, kiranya uraian singkat ini menjadi sarana permintaan permakluman ku kepada teman teman seprofesi yang merasa diri direndahkan.

Hari ini kita semakin diperlihatkan betapa kuat kehadiran kata kata. Kata yang dihakimi sebagai personifikasi keburukan, semakin menyebabkan konflik diantara kita.

Sebut saja contohnya kata “lokalisasi”. Kata yang langsung menggiring para pembacanya untuk mepersonifikasikan wanita tuna susila, atau tempat menjajakan keburukan.

Kata kata yg telah dipersonifikasikan hal yang buruk, susah untuk dipergunakan kepada urusan lain. Saya kira, keterbatasan kita dalam penggunaan kata, keterbatasan dalam pemaknaan kata menjadi semakin memperkeruh suatu perbedaan pendapat.

Pendapat yang berbeda sebetulnya dapat dimaknai untuk memperkuat sudut pandang, namun kadang memunculkan perdebatan yang meluas. Dan dibalik perdebatan itu, ada rasa ketidak terimaan.

Untung saja saat ini ada budaya Literasi. Satu pendekatan agar kita tidak mudah disudutkan pada kondisi ketegangan diantara kita. Suatu kebiasaan dalam mencerna dan mengurai lebih luas atas kata dan kalimat serta paragraf.

Diakhir tulisan ini, semoga aku pribadi dapat berdaulat pada pendapat diri sendiri. Selain itu, dapat memaklumi pendapat orang lain. Keterbatasan penggunaan dan pemaknaan kata semoga menjadi permakluman bersama.

Tidak takut jika terjadi kesalahan pendapat karena keterbatasan penggunaan kata. Namun juga terus waspada dalam mempergunakan kata, karena ternyata dibalik suatu kata mengandung persepsi dan makna yang beraneka ragam.

#yukBerdaulat

Semoga berguna

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar