Dharma Bhaktiku untuk Sang Pencipta

Minggu, 29 Desember 2019

Aku mengawali pagi hari dengan bersepeda Bareng Thole di hari terakhir di libur panjangku. Bhakti lingkungan sampai dengan jam 15.00 WIB menenggelamkanku di aktivitas kebersihan taman di perumahan. Gak tau, tiba tiba karena terbiasa di empat tahun terakhir ini, banyak waktu libur ku untuk merapikan lingkungan sekitar rumah.

Terlebih panggilan sosial setelah berdirinya mushola, aktivitas libur kerja tersedot untuk Bhakti sosial. Aku pun harus memperkosa permakluman dari istri yang harus menerima lelakinya keluar rumah. Waktu libur yang seharusnya hanya diisi dengan bercengkerama bersama anak dan istri.

Area taman yang kini berdiri Mushola, akan dikembalikan menjadi taman meski tidak seukuran yang lalu, pinta pak RT yang terpilih di bulan November 2019. Aku pun segera mengambil inisiatif untuk memanggil tukang pengangkut kayu dan bambu sisa bangunan mushola.

Lepas jamaah Dzuhur, aku pun membersihkan lahan sisa fasos itu dimana sebelumnya telah berdiskusi dengan Herman(tukang), untuk segera mendirikan tembok pembatas.

Meski kegelisahan sisi pembiayaan, namun tak menyurutkan niat ku untuk segera membuat area sekitar mushola kembali rapi sebagai wujud pengembalian area taman.

Allah maha mengetahui niat baik hamba Nya. Alhamdulillah, pak Bayu bersama istri membawakan 2 juta di sore hari. Ketakutan atas ketersediaan modal membeli rangkaian besi tiang dan sluf serta cakar ayam, sedikit terobati.

Bhakti pamungkasku di penghujung tahun 2019 dan lepas jabatan ketua RT 10, sedikit lega karena tampilan sekitar Mushola sudah mulai dipersiapkan. Nantinya dapat menjadi bahan laporan pertanggungjawabanku di hari Selasa ini saat pisah sambut dengan kepengurusan RT 10 periode 2019-2022.

Diakhir tulisan ini, sebagai hamba yang merasa lemah, layak kiranya ku selalu mengharap perlindungan Sang Khaliq yang selalu menjadi teman setia.

Ya Allah, perkenankan melalui tulisan ini, aku menyampaikan permintaan kepada Mu, jika akan menjadi kebaikan, berilah jalan yang mudah. Jika akan menjadi keburukan, segera beri peringatan.

Jika dharmaku melalui kebersihan lingkungan perumahan VTB dan penyiapan area dan fasilitas sholat adalah kebaikan. Kuatkanlah mentalku Ya Allah, dalam pelaksanaannya.

Berilah petunjuk jalan dalam penyediaan beaya. Bukakanlah pintu permakluman dan dukungan dari warga sekitar. Jadikanlah diri ini selalu rendah hati dan berpikiran positif. Hilangkan lah prasangka buruk ku terhadap sesama. Jauhkanlah dari rasa dan jiwa miskin.

Ya Allah, bukakan permakluman dari istriku, bahwa suaminya ini selalu membuat kecewa. Semoga kebaikan dan keberuntungan selalu menyertai istri dan anak anaku.

Aamiiiin.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

2 tanggapan untuk “Dharma Bhaktiku untuk Sang Pencipta

Tinggalkan komentar