Senyum dari teman

Pekan ini, pelajaran hidup atas kepastian adalah tentang apa dibalik peristiwa “kematian”. Makna dan arti kepastian dari Sang Pemberi Kehidupan.

Melalui kenalan di wilayah mukim, tetangga di satu perumahan, teman yang selalu mengajak bercanda, pak dhe yang ramah menyapa anaku , kini telah dipanggil keharibaan Nya.

Terharu saat ikut serta menyambut dan memapah jenazahnya dari mobil ambulan ke pesemayaman di VTB. Terlebih suasana haru seluruh kerabat yang hadir di kediaman memecah isak si anak semata wayang.

Tak kuasa rasa haru menyayat diri, air mata pun merembes dari dikedua mataku. Di rumah yang tak jauh dari rumahku saat menjelang Isya’ itu, terselubung duka untuk si pencinta lingkungan.

Di memoriku sesama warga, sifat humoris dan ramah bukan hanya kepada sesama saja, namun merengkuh keramahan kepada alam. Jiwanya tergambar dari jumlah pohon buah di lingkungan fasos.

“biasanya jambu kristal tak ada yang busuk meski meski musim penghujan datang” kata pak Ries sambil menyingkirkan jambu yang terlihat bercak hitam dari pohonnya. Kataku dan disambut kompak oleh tim security (zaka, aput, pur) diantara siaga atas lalulintas para pelayat “pohon jambu pun ikut berduka”.

Diantara warga VTB pun tak asing, sedari pohon mangga, jambu, durian, sawo adalah buah jiwa persahabatan dengan alam yang selama ini dijalani Pak Bayu Wicaksono.

Selamat jalan teman, semoga tenang bersama senyum mu di alam baka sana. Khas nya senyum itu, persis kala engkau ajak tersenyum beberapa pohon dan berhasil menampilkan buahnya. Pun senyum saat senyum kala tiap kali berjumpa dengan thole anaku.

Meski hitamnya warna jambu dan sedikit air mataku menjadi tanda kehilangan atas kepergianmu, namun keramahan dan senyumu menapaki kepastian dari Nya, menjadi inspirasi pelajaran berharga.

Pelajaran suatu “kepastian” dari Sang Pemberi Kehidupan.

Gubuk Blok H6, 10.01.2020.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Senyum dari teman

Tinggalkan komentar