Opiniku, Tanggung Jawab Lingkungan

Pernahkah diantara pembaca terbersit suatu nilai kehidupan sosial, bahwa berharap dari bentuk dukungan materiil dapat menjadi pengganti porsi waktu dan perhatian kita kepada lingkungan sekitar???

Apa bentuk dukungan materiil itu??? Salah satunya adalah donasi untuk pembangunan Mushola di Perumahan Villa Tanah Baru. Angka donasi melebihi 204 juta dari lebih 50 donatur yang notabene warga Villa Tanah Baru.

Pelajaran kehidupan bagi pribadiku. Tak perduli kesan dipertandingkan, atau nantinya “sia sia” khawatir “riya”.

Toh juga ada doktrin “berlomba lomba dalam kebaikan”.

Pelajaran kehidupan bagi diriku. Kehebatan materiil menembus batas nilai “ikhlas”. Biar ikhlas menjadi ranah hati bersama Sang Pencipta. Ini karena sangat minimnya waktu dan perhatian kita kepada lingkungan sekitar.

Manusia dewasa pastinya sudah PAHAM, bahwa tinggal dan menetap di tengah tengah lingkungan sekitar bukan semata mata hanya numpang beristirahat bersama keluarga yang dicintai.

Manusia dewasa pasti SADAR, adanya tanggungjawab kepada lingkungan sekitar. Untuk itu perlu adanya porsi waktu dan perhatian untuk lingkungan sekitar.

Namun apalah daya, lima hari dalam satu minggu, waktu dan perhatian telah tersedot habis dengan pulang dan pergi ke tempat pekerjaan. Berangkat pagi dan pulang pun mendekati waktu beristirahat. Bahkan, tak jarang menyerobot waktu libur.

Normalnya, dua hari tersisa (sabtu dan minggu) akan menjadi waktu untuk menghibur diri sendiri dan antar anggota keluarga. Hari libur merupakan porsi waktu dan perhatian demi mengembalikan tenaga dan kekuatan dari pacaran jiwa keluarga.

Diatas normalnya, hari libur itu bisa jadi porsi waktu dan perhatian untuk jejaring sosial untuk mendukung pekerjaan dan bisnis, jejaring sosial untuk kepentingan tumbuh kembang anak, untuk hobi, sampai tuntutan kewajiban ibadah khusus dari keberjamaahan yang khusus untuk tujuan khusus demi meraih kemuliaan.

Dari gambaran diatas, hampir lebih dari 95 persen, porsi waktu dan perhatian terisi untuk pekerjaan, diri sendiri dan keluarga. Pertanyaannya, berapa persen waktu dan perhatian kita untuk lingkungan sekitar????

Lingkungan sekitar itu ada tetangga, ada lingkungan berupa fasilitas sosial seperti taman, Gazebo, pos security, Jalan, gorong gorong, got, mushola, pohon pohon, rerumputan, lapangan badminton, lapangan pingpong, penerangan jalan, mainan ayunan anak, kolam ikan bersama, cakruk, dan bank sampah.

Lingkungan sekitar kita ada pertemuan warga pada tiap bulannya, ada iuran wajib, ada petugas sampah, ada petugas keamanan, ada TPA di Mushola, ada pengajian bapak2, ada arisan ibu2, ada arisan pos, ada kerja Bhakti, ada sholat berjamaah di Mushola, ada WAG warga, ada kehidupan sosial di lingkungan sekitar kita.

Tatkala tuntutan pekerjaan banyak menyita waktu, tumbuh kembang anak menjadi fokus perhatian, bangunan kekeluargaan menjadi prioritas, jejaring sosial perlu dipelihara maka waktu dan perhatian kita bisa jadi tersisa 5% saja untuk dapat diberikan kepada lingkungan sekitar. Itupun kalo berkemauan dan berkehendak 🤭🙏

Wajar kan ya…simpulanku bahwa dukungan materi berupa donasi dapat menjadi pengganti porsi waktu dan perhatian untuk lingkungan sekitar???

Manusia dewasa pun PAHAM & SADAR, bukan hanya bentuk materiil saja untuk dapat menjadi pengganti porsi waktu dan perhatian terhadap lingkungan sekitar.

Apaan tuh…. Yakni bentuk moril atau sikap perilaku dari pancaran nilai nilai luhur.

Tenggang rasa kepada tetangga, bersikap mengendalikan diri, menjauhkan rasa pertentangan, berprasangka baik, saling menyapa, berusaha berempati, saling menghargai, menjaga suasana kondusif, tidak menyakiti, tidak merugikan, tidak mengancam, menjaga perdamaian dan berusaha memberi dan menerima adalah bentuk moril.

Diakhir Opini ini, pengganti porsi waktu dan perhatian kita kepada lingkungan sekitar dapat berbentuk materiil dan moril.

Meski aku berasa beropini, namun saya kok yakin bahwa manusia dewasa wajib mempertanggungjawabkan minimal 5% porsi waktu dan perhatian untuk lingkungan sekitar.

#YukPeduliLingkunganSekitar

#YukBerdonasi

#YukBangunMusholaVTB

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Opiniku, Tanggung Jawab Lingkungan

Tinggalkan komentar