Nasywa Kuat

“sakit pak….” rintihan Nasywa menyapaku sepulang kantor. Nasywa mengadu kepada bapaknya, karena demam yang begitu tinggi hingga terasa pusing di kepalanya. 

Tangisan anak memperkuat pondasi ketegaran dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Sehat dan sakit menjadi Kehendak Nya sebagai penguat ketegaran diri. Selain itu merakit hubungan batin antara bapak dan anak. 

Selain harus memperhatikan kemauan minumnya, aku pun memperhatikan suhu tubuh Nasywa yang melebihi 39 derajat celcius. Panasnya yang memuncak kadang membuat Nasywa mengigau.

Meski tangisan dan igauan Nasywa berulang kali, belum menggoyahkan keyakinanku bahwa bocah ini bakal mampu mengatasi demam tinggi yang dialaminya.

Obat penurun panas dan obat flu serta madu kusuapin ke Nasywa sebagai usaha menenangkan perasaanku dan perasaannya. Di malam kedua, demam Nasywa, kuniatkan untuk terus berjaga dengan beberapa kali selingan bacaan Al Fatikhah. 

Kadang pijitan pada beberapa bagian tubuh dan melekatkan ke kepala, mata, dan leher berharap dapat mengintervensi panas tubuh Nasywa untuk lekas turun. Dengan selingan obrolan dan hiburan, sesekali Nasywa masih ikut berkomentar. 

Pertanyaan ku pun dijawab dengan empat kali makan dalam sehari semakin menambah ketenangan dalam menemani Nasywa. “Nasywa kuat kok” pikirku. Aku pun berujar dalam batinku, belum perlu dibawa ke Rumah Sakit untuk ketemu dokter. 

Berharap, hari ini semakin konsisten suhu tubuh Nasywa dalam kondisi normal. 

 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Nasywa Kuat

Tinggalkan komentar