Sleman, Menelisik Peristiwa Kematian

Air mata keharuan menjadi tema kepulangan ke Sleman yang perdana di tahun 2020. Tema yg menjadi sambungan cerita perjuangan kehidupan melawan penyakit “kanker” yang kuceritakan pada tautan 👇 

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/12/23/berjuang-berkedaulatan-diri-kesehatan/

Sudah menjadi suratan takdir, yang hidup bertemu dengan mati. Semoga aku pribadi terus belajar atas peristiwa kematian. Seiring dengan itu, ada proses untuk mengisi hari demi hari dalam memetik hikmah rasa keharuan dengan mata berkaca kaca. 

Hikmah dari istilah Jawa Satuwadah yang aku sebut untuk menunjukkan garis keturunan. Pun di dalam rahim yang sama saat roh diberikan nyawa untuk menempuh 9 bulan meski berbeda tahun. “gua garbo” sebagai kesamaan jalan menyambut mentari kehidupan, meski saat ini lebih ngetren dengan metode operasi Cesar 

Hikmah atau pelajaran yang kudapati saat mendengar kalimat dari ayah mertua “kalo aku diberikan kewenangan itu, maka kupercepat hingga tidak merepotkan orang lain dan menyisakan derita sakit yang berkepanjangan” 

Tidak tau, kebetulan ilahiah kah kejadian ini? “ternyata Pak anto hanya menunggu bapak” kata istriku untuk mengajak pulang ke jogja. Minggu, 16 Februari 2020, setelah terhubung sambungan komunikasi antara kakak dan adik di pagi hari ( satuwadah / guo garbo), kurang lebih pukul 10 pagi kurang 10 menit pak anto meninggalkan kehidupan dunia. 

Apakah temen pembaca pernah mendengar cerita yang mirip dengan kejadian diatas? Beberapa adegan atau peristiwa menjelang berpulangnya nyawa manusia kepada Sang Pencipta? 

Nama orang yang tersimpan di dalam hati terdalam sangat dinantikan meski kontrak umur atau sakaratul maut menghampiri? Atau perwakilan pihak yang menjadi kuasa atas kejadian/barang yang tersimpan rapi di palung dada harus ditunggu bersamaan detik detik ajal manusia tiba. 

Hidup, mati, rejeki, jodoh memang misteri Ilahi. Meskipun misteri, bukan berarti kegelapan tanpa suatu pertanda dan rangkaian peristiwa di belakangnya. Aku hanya menuliskan untuk mendalami apa hikmah dan dibalik misteri Ilahi. 

Penantian seseorang manusia dikala mengawali kematian, menjadi pelajaran berharga. Berbasis garis keturunan dan berlatar belakang kuasa peristiwa /barang. Basis atau latar belakang itu terpendam di lubuk hati manusia. 

Suatu ketetapan bahwa hati manusia hanya dikuasai Ilahi rabbi ta’ala saja meski melalui simbol dan perwujudan ayat ayat kauniahNya yang tergambar di hari hari saat ajal yang semakin mendekat. 

Akhir tulisan ini, aku pun mendapat hikmah untuk menjalin hubungan baik kepada seluruh makhluk ciptaan Allah di muka bumi ini.

Melalui ciptaanNya lah, menjadi wujud penghambaan dan ketauhidan dan kehadiran  kuasa Allah subhanallahhuwata’ala

#Bisa jadi sukma/nyawa manusia itu menantikan sebelum berpulang keharibaan Nya, namun semua itu atas Kuasa Allah Tuhan Yang Maha Esa#

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Sleman, Menelisik Peristiwa Kematian”

Tinggalkan komentar