
Tiba tiba Rara menangis, meski dalam pelukan ibunya saat beranjak tidur. Mungkin karena sudah harus menerima kondisi “disapih” oleh ibunya. Lebih dari setahun dalam masa persusuan, dia tidur bersama nenen ibunya.
Aku pun yang menerima sorot mata tajam ya, tak kuasa untuk menghampiri. Untung kedua kakaknya sudah lebih dulu tertidur. Aku pun menggendongnya dan sedikit mengayun ayun. Kupangku dan kunyanyikan lagu tidur, serta kuberikan boneka minion dalam pelukan Rara.
Bocah yang belum genap dua tahun menghadapi tantangan untuk tidur. Susu kemasan yang diracik di botol pun, tak menjadi senjata ampuh pengantar tidur. Rara lebih suka untuk berdiam diri sambil memandang dan memeluk boneka.
Lepas boneka, Rara pun memeluk tubuhku. Tak lama setelah merasa hangat dan tak berasa sendiri, bocah itu terlelap dalam tidur 😴.