
Terucap dari lisanku, saat ditanya oleh atasan, “Bergelut dan jungkalitan serta mengubur diri di ruang pengolahan arsip”. Totalitas meninggalkan pekerjaan dukungan administrasi untuk atasan, demi penjagaan rekaman kegiatan kemigasan.
Sejak 2009 sampai dengan 2016, tempat duduku berada di area ruang kerja bersama pejabat administrasi. Selama 7 tahun merasa diri bersalah karena menghindar dari tugas pokok sebagai arsiparis. Kearsipan pun berjalan dengan lambat padahal tingkat pertambahan yang sangat cepat.
Arsiparis yang harusnya mempunyai tugas pokok kearsipan harus berjaga jaga untuk mengawal pimpinan atas pekerjaan berbasis DIPA, serta penugasan pimpinan lainnya. Atmosfir pekerjaan berada pada waktu dan perhatian yang lepas dari tugas pokok kearsipan.
Saat itu, ada bimbingan dan arahan atasan untuk pengembangan diri sebagai aparatur sipil negara. Namun kini aku pun menyatakan pilihan peran di kantor. Pilihanku untuk total di kearsipan. Semoga dapat dimaklumi.
Aku pun harus berterima kasih atas budi baik temen dan atasan. Kebaikan dari budi baik temen sesama arsiparis yang rela menggantikan peran untuk terus berjaga dalam tiap arahan pimpinan. Kemudian tak lupa rasa terima kasih kepada atasanku yang memahami pilihan ku di kearsipan.
Dalam dua tahun terakhir, setelah ada temen yang menggantikan dalam pelaksanaan dukungan atasan terkait DIPA dan tugas tambahan, aku bisa fokus dan total untuk berada pada ruang arsip.
Hari demi hari, aku pun berusaha tidak lari dari kenyataan bahwa ada beban kerja kearsipan senantiasa menanti. Ribuan rekaman kegiatan /arsip kemigasan sejak puluhan tahun lalu masih terdiam di kantor Ditjen Migas.
Untuk apa, arsip terus terdiam dan tersimpan? Bayangan frustrasi diri atas kecilnya apresiasi kearsipan atau sampai dengan sepi pemanfaatan arsip, tak mengecilkan langkahku. Sebisaku dan sekempuanku untuk menjalankan pengelolaan arsip negara secara modern.
Merengkuh apresiasi kearsipan memang butuh totalitas waktu dan perhatian. Terobosan untuk mendapat atensi atau mencari pembuktian tatkala arsip dibutuhkan adalah tantangan paling kerasa.
Akhirnya, untaian kata kata tak bermakna ini semoga menjadikan bukti bahwa kearsipan menjadi jalan takdir yang mau tidak mau harus aku tempuh. Tulisan ini menjadi deskripsi dari pilihan peran di kantor Ditjen Migas.
Semoga berguna