
Numenkelatur teknik dan pertambangan migas berkembang ke Teknik dan Lingkungan Migas. Berjejer sembilan belas nama Direktur pada masanya. Dua nama yakni Soepraptono Soeleiman dan Djoko Siswanto Promosi ke Jabatan Direktur Jenderal Migas.
- Oetoyo Benyamin (16 Agustus 1978 – 5 Februari 1981)
- RO.Hutapea (5 Februari 1981- 27 Februari 1993)
- Soepraptono Soleiman ( 27 Februari 1993 – 27 September 1993)
- Marzuan (27 September 1993-18 Oktober 1995)
- Widartomo Wirdjatmojo ( 18 Oktober 1995 – 1 Mei 1998)
- Rivai Hamzah (1 Mei 1998 – 9 Maret 2001)
- Soebijanto (9 Maret 2001 – 31 Januari 2002)
- I Wayan Suryana ( 31 Januari 2002 – 28 September 2005)
- Indrayana Chaidir ( 28 September 2005 – 17 Juli 2007)
- Suyartono (17 Juli 2007 – 18 Maret 2010)
- Bambang Sumarsono (18 Maret 2010 – 5 Juli 2012)
- Edi Purnomo ( 5 Juli 2012 – 13 November 2015)
- Naryanto Wagimin ( 13 November 2015 – 15 Juli 2016)
- Djoko Siswanto (15 Juli 2016 – 29 Maret 2017)
- Alfon Simanjuntak ( 29 Maret 2017 – 8 Januari 2018)
- Soerjaningsing ( 6 Maret 2018 –
- Adhi Wibowo (
- Wakhid Hasyim (30 Januari 2021- 8 April 2022
- Mirza Mahendra ( 8 April 2022 – sekarang
Unit teknik ini selaku kepalanya kepala teknik tambang dan juga kepala inspeksi, unit teknik Migas menyentuh seluruh area bisnis Migas di Indonesia. Tak ayal, arsip nya pun berjibun.
Puluhan undangan dari para pebisnis Migas untuk memastikan berjalannya perusahaan sesuai dengan kaidah keteknikan menjadi aroma unit kerja ini. Ratusan surat yang datang ke Ditjen Migas dan ratusan naskah dinas yang ditandatangani pejabat Migas pun berasal dari unit ini.
Jabatan inspektur Migas dan petugas inspeksi laksana kedudukan mentereng sebagai jalur kesesuaian norma dan standar keteknikan. Luar kota sampai dengan luar negeri tiap minggunya tak lepas dari pembinaan unit teknik.

Sampai lah pada perubahan kondisi. Masa keemasan unit teknik pun mulai pudar tatkala isu mafia Migas sampai dengan penyederhanaan perizinan dibawakan petinggi politik negeri Indonesia. Sepenglihatanku, hal tersebut menjadi awal tergerusnya kejayaan unit teknik Migas.

Jika menilik pola kerja aparatur, unit teknik sebagai rumah jabatan inspektur Migas pun tak diindahkan lagi oleh pemegang kebijakan. Para Inspektur Migas dimutasi atau ditempatkan ke unit lain.
Tak dipungkiri bahwa perubahan paradigma pemerintah saat ini dalam menjamin keselamatan kerja dan keselamatan peralatan adalah bersifat dukungan dan menumbuhkembangkan inspeksi oleh dan untuk masing masing pebisnis Migas.