Waktu = Data Internet

Alokasi belanja paket data melonjak lebih dari 100 persen. Biasanya sebulan cukup 20 GB, bulan ini sudah nambah 8 GB dan 20 GB. Begitu terasa berharga ya kehidupan kantor selama 8 – 12 jam dalam lima hari tiap pekan.

Harga paket data dapat ditopang dari jatah masuk kantor. Dengan menyambungkan smartphone kita dengan jaringan Wifi kantor, belanja paket data 20 GB tidak habis dalam sebulan.

Sejak tanggap darurat penularan Virus COVID 19 yang dimulai dari tanggal 16 Maret 2020, penggunaan paket data smartphone bervariasi dari keperluan kantor, keperluan sekolah anak, hiburan anak di rumah sampai dengan derasnya informasi dari media sosial. 

Ratusan pesan di beberapa Whatsapp Grup yang aku ikuti dalam sehari, memaksa untuk mengunduh file gambar sampai dengan video. Bahkan secara otomatis, kelebihan gawai pintar, langsung menyedot data dengan diterimanya pesan.

Hampir dua pekan ini, aku pun mengalami perubahan aktivitas kantor yang begitu padat, berpindah dengan keberadaan di rumah yang hanya berhadapan dengan anggota keluarga. 

Kebiasaan di kantor, ada canda obrolan bersama rekan kerja sehingga tak terasa 8 jam kerja terlewati dengan begitu cepat. Itu tak didapati tatkala berada di rumah, bersama dengan ketiga bocahku yang baru demen menonton tayangan baik lagu anak & film anak yang bersifat edukasi dari video streaming, terang menyedot stok paket data Internet. 

Belum lagi untuk WFH, absen diikuti dengan laporan kerja dan laporan kesehatan yang ketiganya dengan metode daring/jarak jauh. Perekaman kedatangan kerja melalui online pagi dan sore sampai koordinasi pekerjaan, sangat erat dengan paket data. Bahkan laporan kesehatan diri setiap hari bersama anggota keluarga pun dimonitor oleh pimpinan dengan keaktifan menyampaikan isian format yang dapat dilakukan dengan penggunaan paket data Internet. 

Di akhir tulisan ini, aku pun mendapat pemandangan baru bahwa kebebasan waktu harus pula diimbangi dengan kebebasan paket data internet. Dalam kata lain, gk ngantor asal tersedia duit untuk beli paket internet. 

Pun pemikiran tentang berkah nya Si Kuli yang selalu dikejar kejar waktu. Berkah dari pemaknaan kondisi Si Juragan yang punya kebebasan waktu. Perlu modal yang cukup untuk dapat mengelola waktu yang lenggang. 

Semoga berguna. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar