
Ribuan berkas inaktif yang berasal dari sub Direktorat Keselamatan Hulu dan Hilir Migas, melalui daring/jarak jauh, remote Working atau WFH dilakukan pengelompokkan data berdasarkan kelompok masalah yang sama.
Tatsa mendapatkan data dalam format Excel yang sebelumnya secara fisik dikerjakan oleh Catur dan Dinda. Pengindekan yang dilaksanakan oleh Catur dan Dinda mendasarkan pada kegiatan substantif dan fasilitatif.
Arsip substantif dikelompokkan berdasarkan jenis peralatan dan instalasi minyak dan gas bumi yang dilaksanakan oleh unit kerja di bawah Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas.
Kurang lebih 300 boks (dimensi 20X40 cm) dari kedua unit pengolah (subdit DMTE/Catur & Subdit DMTO/Dinda) berisikan 1.292 data berkas inaktif, menjadi bahan kerja WFH Tatsa.
Berdasarkan bahan kerja (data excel) tersebut, Tatsa mencermati kembali kesamaan Indek peralatan dan instalasi Migas yg terekam melalui daftar berkas inaktif dari kedua subdit (DMTE/Catur & DMTO/Dinda).
Berikut resume indek yang akan dikoreksi kembali:
Bahan peledak, cementing unit, crane, pesawat angkat, pipa, pipa penyalur, pipa PJB, pipa gas, platform, rig/pemboran, tangki timbun, tangki terapung, tangki ukur, tangki services solar, air receiver tank, volume tangki, alat monitoring BBG, alat ukur, automatic tank gauging, bejana tekan, bejana ukur, bimtek, gas orifis, plat orifis, inspection and testing, instalasi, katup pengaman, kalibrasi, kapal, kepala dan wakil kepala teknik, penyelidik, keselamatan dan kecelakaan kerja, kompensator, manufacture data report, meter gas, meter cairan, meter prover, sistem metering, pemeriksaan teknis, penutupan sumur, penghargaan, peralatan putar, peralatan listrik, pompa, prosedur pemuatan, prosedur penyerahan, serah terima migas, SILO, SIMOM, SKPI, SKPP, SPPBE, SPP, TAC, BOP, BBG, FAT, PJIT, terminal BBM, terminal operation, timbangan, WPS.
Tugas Tsatsa adalah mengelompokkan indek tersebut kedalam kelompok berkas yang telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM nomor 18 tahun 2011 tentang Jadwal Retensi Arsip Substantif Minyak dan Gas Bumi.
Untuk memudahkan dalam pemberian indek, maka diwakilkan dengan angka 🔢 yang telah tertera pada JRA termaksud.
Jika seluruh data telah dikelompokkan sesuai poin poin kelompok berkas yang tertera pada JRA, diharapkan Tsatsa dapat melakukan pengurutan data (Sort). Berdasarkan urutan berdasarkan kelompok berkas dan kurun waktu/tahun arsip, selanjutnya Tatsa akan memberikan Nomor Definifif.
Hasil kerja WFH manuver data berkas keselamatan Migas ini menjadi acuan pelaksanaan manuver fisik oleh petugas yang berada di kantor.
Semoga bermanfaat