
Siang ini, saat Bekerja Dari Rumah (BDR), atau yg sering disebut WFH, kuterima tawaran untuk menulis di Jurnal Kearsipan. Melalui pesan singkat, salah satu temen dari tim redaksi Penyusunan Jurnal yang beralamat di Jl. Ampera Raya No. 7 Cilandak Jakarta Selatan meminta untuk mengirim tulisan.
Tak lupa, mas Rais yg telah menyelesaikan Studi di Belanda itu melampirkan pedoman penulisan yang tertuang di lampiran pengumuman tanggal 18 Juni nomor: PP. 04/03/2018.
Sebelum kubaca isi laporan pengumuman tersebut, gairah menulis ku pun sudah hilang dengan membaca kata “Jurnal”. Yang ada di otaku, Jurnal sangat tergantung pada metodologi tertentu.
Namun, kalimat yg meluluhkanku adalah [6/4 13.21] Rais: “Salām, mas Nurul sy Rais pengelola Jurnal Kearsipan. Minta mas nulis bisa?”. Sapaan penuh keakraban meski belum pernah bertatap muka sebelumnya.
Secara sadar, aku pun patut merendahkan dihadapkan para para peneliti kearsipan seperti mas Rais, meski secara umur bisa jadi lebih muda dariku.
Perlu Kusampaikan bahwa tulisan ku hanya sebatas curahan hati (curhat) tanpa metodologi. Bahkan sering tanpa dasar dasar penulisan ilmiah yang harus menyertakan catatan kaki.
Selain itu tulisan masih sering mis, atau salah ketik, atau menimbulkan persepsi pembaca yg berbeda beda. Bahkan beberapa kali diingatkan bahwa tulisanku tidak etis, atau disebut Hoaks.
Namun secara sadar, aku terus memperbaiki tatkala mendapat masukan perbaikan untuk lebih etis dan tidak Hoaks.
“Yo wis lah mas, kucoba memenuhi permintaanmu” lirihku tanpa kutulis kembali balasan pesan singkat mas Rais. Permintaan itu menjadi ketiga kali setelah adik kelas di kampus yang saat ini menjadi dosen kearsipan di Jogja dan kakak kelas yg berdinas di Kementerian Ketenagakerjaan RI Jakarta.
Maka pada malam ini, ku tuliskan format tulisan pada jurnal kearsipan yang terdiri dari
- Pendahuluan
- Latar belakang,
- Perumusan masalah,
- manfaat,
- tujuan,
- teori,
- hipotesis
- Metodologi Penelitian
- Jenis penelitian
- Teknik pengumpulan data
- Metode analisis
- Hasil Pembahasan
- Kesimpulan
- Ucapan terima kasih
- Daftar Pustaka
Akhirnya, sebagai cicilan kesanggupanku, kuucapkan terima kasih kepada Mas Rais yang berkenan menyapa ku. Sapaan yg begitu akrab itu seolah membuka tabir kemauan untuk belajar menulis. Aku yg hanya berusaha mengikuti passion menulis, diperkenankan bertemu dengan orang orang baik.