
Rabu, 15 April 2020. Notifikasi saat koneksi satu akun tidak dapat join menjadi tanda 100 akun telah atensi pada rapat via zoom. Selain karena topik rapat yang menarik, yakni terkait penyusunan naskah dinas elektronik, tentu saja karena peserta rapat dapat berada di mana saja.
Diskusi persuratan elektronik di Lingkungan Ditjen Migas pada hari itu menunjukkan efisiensi berjalannya koordinasi antar ASN.
Sejak jam 10 pagi, puluhan orang sudah join pada kanal berbasis aplikasi yg dapat diunduh terlebih dahulu via playstrore atau basis penyedia aplikasi lain. Dengan cara melakukan Klik atau sentuh pada link, secara otomatis dapat terhubung dan menjadi sarana tatap muka antar peserta rapat.
Kelengkapan fitur audio dan video serta chat, seolah jarak dan tempat tidak menjadi halangan proses rapat. Semakin mudah dan murah ya sarana teknologi informasi dan komunikasi. Hal itu mengisyaratkan efisiensi pelaksanaan sistem pemerintahan.
Tulisan ini akan menjadi pengalamanku, terkait paradigma penyelenggaraan rapat sebagai bagian dari layanan administrasi perkantoran. Suatu paradigma baru yang dapat meningkatkan partisipasi para peserta rapat secara murah dan efisien.
Misalnya saja di rapat tersebut, belum pertengahan jalan rapat, kuota yang hanya sampai dengan 100 orang, telah penuh.
Bahkan melalui media komunikasi grup, banyak para peserta yang masih belum mendapatkan tempat menunggu waktu pergantian nya peserta lain. Aku misalnya, mendapati atasan yang belum bisa join, kusentuh tombol bertuliskan “leave” .
Niat memberikan kesempatan pada bosku yang berada tepat di depanku, eh.. Slot peserta pun telah disambar orang nun jauh disana.
Menarik bukan? Kehidupan akan sampai pada hikayat untuk menceritakan sendiri kemajuannya. Semoga bermanfaat