
Sisi lain dari ramadhan adalah “Peran”. Peran inisiator perjumpaan. Peran menghadiri acara buka bersama. Peran mempertemukan antar orang. Tengoklah peran peran di ramadhan. Peran di Mushola. Peran di lingkungan pertemanan.
Peran pun dapat beganti serta berubah. Ramadhan lalu kejutan ramadhan dan Mushola. Peran panitia untuk lebih dari 20 hari. Terasa penuh kebahagiaan dalam menjalani peran.
Ramadhan 1440/2019, seiring peran Ketua RT. Peran dalam pembangunan Mushola, bergayung sambut dengan peran gelaran ramadhan.
Pun tahun 2018. Peran semarak ramadhan. Bertenda 🎪 untuk menghalangi air hujan. Berada di lapangan karena belum punya Mushola. Peran beracara : Sholat berjamaah, dongeng anak, kultum, buka bersama, tarawih, dan tadarus.
Peran itu melekat pada peran sosial (ketua RT) selama tiga tahun. Pun tahun 2017, Peran beracara bertepatan pula pertemuan warga bulanan di lapangan. Bersama warga VTB, acara buka puasa dan tarawih berjamaah.
Namun, kini kembali pada tiada peran. Lockdown Ramadhan (2020). Bahkan tiada dalih untuk berperan. Paripurna peran ketua RT, reda jua peran di ramadhan.
Pun peran dalam kesamaan alumnus kuliah. Tersisa ingatan dalam peran pertemanan. Peran dalam dua bagian. Bagian masa lajang dan bagian telah berkeluarga.
Peran setelah keluarga: Warung Solo (Sept 2012), Kebun Binatang Ragunan (september 2013), Taman Mini Indonesia Indah (Feb 2014), sampai di gubuku Depok(Juli 2014). Peran bagian masa lajang: Bebek Dower (agustus 2012), Kosan Jeruk Purut (2011), Warung Solo (September 2010).
Akhirnya, semua sebatas peran. Peran yang terbatas. Tiap episode kehidupan menunjukkan peran berbeda. Pun peran hanyalah penyesuaian lingkungan kehidupan. Pun saat ini, peran pembatasan sosial yang bertepatan ramadhan. Peran untuk bertahan di rumah saja. Peran demi berlalunya COVID 19.
Sudahkah peran ramadhan, mushola, lingkungan pertemanan itu berada di rumah???? Ataukah peran yang pernah ada, hilang ditelan pembatasan sosial?
Satu pendapat untuk “Ramadhan”