Lepas 3 Juni 2020, aku pun mengikuti rapid test yang kedua pada 11 Juni 2020. Sesuai arahan dari otoritas kepala gedung, bahwa rapid test diperuntukkan kepada orang yang bekerja di Gedung Ibnu Sutowo. Dag dig dug der…mbayangin hasil test. Jangan jangan nanti hasilnya positif y… Apakah Anda termasuk orang yg khawatir dengan hasil test rapid????
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/06/03/rapid-test-covid-19/
Pada tulisan ini, aku hanya mencatat informasi untuk mendalami terkait diagnosa klinis COVID 19. Buat para pembaca, silahkan dapat mencari sumber lain y, yg lebih kompeten di bidangnya. Saat ini, dengan berbagai media Grup Whatsapp, dengan mudah kita mendapatkan informasi. Tanpa tendensi apapun, saya mencoba menuliskan kembali, minimal sebagai bagian dari pembelajaran saya pribadi.
########
Langkah screening/seleksi/pilah antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi Covid19 karena ada keluhan klinis dan resiko terpapar dapat dengan pemeriksaan RAPID-TEST IgM, IgG Covid-19 (test antibody ImmunoGlobulin M-IgM dan antibody ImmunoGlobulin G-IgG). Meski bukan diagnosa Covid19, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan.
Pemeriksaan diagnosa Virus yg sebenarnya untuk Covid19 adalah real time-PCR (RT-PCR) dgn reagent isolasi Covid19 murni melalui pengambilan sampel Virus prosedur swab/usapan pada rongga hidung dan tenggorokan.
Hasil positif (+) pada Rapid-Test Covid19 tidak serta-merta di sebut sebagai seseorang penderita Covid19. Namun perlu diikuti dengan diagnosa RT-PCR. Untuk menghindari stigmatisasi ditengah masyarakat kepada yang sudah RAPID-TEST Covid19 hasilnya positive (+).
Hasil negatif (-) pada rapid test juga bukan berarti bebas Covid19. Perlu Rapid Test kembali setelah 10 hari. Bila (-), maka benar2 bebas Covid19. Bila (+) harus diikuti pemeriksaan RT-PCR.
Sampai disini, aku pun menjadi paham. Bahwa otoritas gedung Ibnu Sutowo di Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan menyelenggarakan rapid masal untuk kedua kalinya. Dimana aku ikut pada tanggal 3 Juni dan 11 Juni 2020.
Berikut beberapa panduan atau keterangan yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan yakni
- PCR (+), Rapid Test Ig M (-), Rapid Test Ig G (-) maka bisa diartikan Infeksi Covid19 ini baru dimulai, Inkubasi biasanya terjadi pada hari ke 1-7 setelah penularan-infeksi
- PCR (+), Rapid Test Ig M (+), Rapid Test Ig G (-), berarti infeksi sudah akut (berat), Sedang menuju puncak infeksi. Biasa nya terjadi pada hari ke 7-14 setelah tertular.
- PCR (+), Rapid Test Ig M (+), Rapid Test Ig G (+) maka Infeksi di puncak mulai menurun menuju sembuh, biasanya hari ke14-21dan harus isolasi 2 minggu.
- PCR (+), Rapid Test Ig M (-), Rapid Test Ig G (+) maka Infeksi menuju sembuh, Biasanya hari ke 21-28.
- PCR (-), Rapid Test Ig M (-), Rapid Test Ig G (+), berarti infeksi sudah terjadi lebih dari 1 bulan dan menjadi sembuh karena keberhasilan antibody IgG menghancurkan Virus.
Akhirnya aku pun harus terus belajar dan merenung kembali bahwa masih menjadi pertimbangan kebijaksanaan kita adalah hasil positif atau hasil negatif tetap berada pada prosedur isolasi/karantina diri, karena yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans (dugaan acak) dianggap ada keterkaitan dengan Covid-19.
Kemudian ada hal yang tabu selama ini untuk berkata jujur kepada orang lain atas eluhan kesehatan, riwayat sakit, dan riwayat perjalanan. Hal yang tabu tersebut seolah mengubur arti kejujuran dan kebohongan. Bagiku, kondisi ancaman kesehatan masyarakat memang hal yang sangat baru. Aku harus terus belajar atas kondisi yang menyebabkan malapetaka. Bukan ancaman pada diri sendiri namun bagi petugas kesehatan dan keluarganya.
Sumber : Repost WAG KESDM 200901 promoted share http://www.facebook.com/dhifermio