
Nyadar….
Sehat itu anugerah paling indah 🌺
Tersadarkan….
setelah hilangnya ngilu dan demam keseluruhan badan
Berhutang sama Sang Pemberi Sehat….
Ratusan hari yang lalu, dengan ratusan tulisan pada blog ini karena badan sehat. Pilah-pilih kata, ketak-ketik huruf mengalir begitu deras saat kondisi hati tak tergerus dalam ketakutan dan kesedihan karena badan terasa sakit.
Lepas hari pertama badan terganggu, hatiku berbisik lirih kepadaku “kamu hanya kurang darah, sama dengan penyakit langganan yang sering mampir ke tubuhmu” Maka di hari hari ke-2 pun, tak ragu kutetapkan dalam diri bahwa penyakit ini harus di lawan.
Dalam membangun kekuatan perlawanan terhadap penyakit, kita memang perlu persiapan dan kematangan strategi. Salah satunya adalah tingkat kepercayaan di dalam keluarga. “kalo harus mati, ya kita mati bareng” kata sang penguasa rumah tangga. Tau kan siapa penguasa rumah tangga 😂 😂 😂, adalah orang yang diseting sebagai pengelola aset keluarga.
Di hari ke-3, aku terbangun dari tidur meski lewat waktu jamaah dua rakaat, segera mandi. Kuambil baju batik untuk meyakinkan diri bahwa penyakit itu harus dilawan. Dramatisasi diri pun diendusnya “gemana sih, nyuruh jangan ke kantor, kok malah berangkat” katanya dengan wajah protes meski baru saja membuka mata dari tidur.
Akhirnya di sore ini, di balkon sambil menguji diri dengan nikotin meski tak berada nikmat, mencoba menggaris bawahi kejadian SAKIT. Bahwa tidak ada lagi alasan untuk tidak mengabdi kepada Ilahi Rabbi. Semakin hari, hutang kehidupan ini terus bertambah banyak. Bahkan secara sadar untuk membayar hutang kebaikan kehidupan kepada Sang Pemberi Kenikmatan Sehat, Manusia tak akan mampu. Belum lagi untuk membayar Nikmat yang lain lainnya.
Sungguh Engkau Maha dari segala galanya.