
Minggu, 21 Juni 2020. Aku bersepeda sebagai ajang sosialisasi diri sekaligus uji ketahanan fisik. Sekitar 22 kilo Meter Pulang Pergi, aku pun menggenapi menjadi enam orang bersama pak Eko, pak Afri, pak Ari, pak Yulius, pak Mara. Kurang lebih 60 menit, dari Villa Tanah Baru (VTB) menuju ke Taman Wisata Marga Satwa Ragunan.
Sejak keluar komplek VTB, menghindari jalan tanjakan adalah pilihan bersama untuk mengarah ke Jalan Tanah Baru. Tugu Tanah Baru sebagai simbol Kelurahan Tanah Baru menuntun lurus hingga ketemu Jalan Kahfi 2 Jakarta Selatan. Jalan ini merupakan akses utama pada Kampung Adat Betawi, Setu Babakan.
Tak terasa dengan mengikuti alur bersepeda secara urut berkelompok, telah melewati bangunan SDN Kebagusan yang begitu megah. Pertanda sejangkah lagi akan berada di Gerbang Ragunan sebelah utara.
Cukup ramai orang bersepeda sepanjang perjalanan. Bahkan dari obrolan lepas berada beberapa menit pada spot yang ditentukan, penjualan sepeda di masa Pandemi, justru semakin meningkat. Aku pun menyaksikan sendiri di pagi ini, puluhan kelompok pesepeda, atau puluhan pesepeda tunggal, cukup banyak di jalan menuju ke Ragunan.
Bahkan di spot gerbang Ragunan Utara, pesepeda silih berganti datang dan pergi. Anak, remaja, pemuda, pemuda, bapak, ibu, bahkan terlihat juga kelompok usia senja yang semangat bersepeda.
Akhirnya, tulisan ini sebagai catatanku bahwa bersepeda 🚵 santai secara berkelompok merupakan ajang sosialisasi diri dan uji ketahanan fisik. Bangunan sosial perlu diasah terus menerus sebagaimana pula fisik yang harus dilatih agar mampu bertahan pada kondisi fit. Terlebih dimasa Pandemi, dimana seolah manusia dipaksa untuk restart sebagai makhluk sosial dari ketahanan fisik atas virus COVID 19.