Thole belajar sepeda 🚵 

 “Pak besok aku mau belajar” kata Thole. Akhir perdebatanku dengannya. Dua roda kecil dipinggir roda utama belakang, akhirnya dilepas. Thole mengganti penopang keseimbangan dengan kedua kaki saat menginjak pedal sepeda.

Lepas beres dari bengkel, Thole pun tak sabar  bersepeda. Mungkin tertular demam bersepeda yang merebak dimana mana. Setelah berbulan bulan absen, hari Minggu 4 Juli 2020, Thole pun kembali naik sepeda. Terlihat keceriaan di wajahnya, layak terobati kekangenannya untuk bersepeda.

Wajar kalo Thole kangen bersepeda. Sejak pertengahan Maret, sepedanya disimpan rapi di dalam rumah. Selain kedua ban tak terisi angin, kondisi pembatasan sosial sebagai dampak Pandemi COVID19, mencegah anak anak untuk keluar rumah. Bahkan hanya untuk bersepeda. 

Pungkasan, catatan ini menjadi pengingat semangat Thole belajar bersepeda. Sepeda tanpa roda kecil di kanan dan di kiri. Sepeda roda dua. Semangat belajar bersepeda hari ini pun memantik kebanggaan ibunya. Tawa bahagia bercampur bangga, menyaksikan perkembangan anak yang mau untuk belajar.

Begitu malam tiba, sebelum tidur, perbincangan kecil antara aku dengannya pun menandaskan kembali, Thole akan belajar bersepeda esok hari. “ya, belajar sendiri aja, gk sama bapak lagi, Ta sudah Bisa” katanya

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar