Idul Adha pada suasana baru

Tatanan kehidupan baru. Bekerja dan sekolah dengan cara baru. Perhelatan Ibadah tahunan pun bisa di bilang berada pada tata pelaksanaan baruTarawih bukan di Mushola dan Masjid, bagiku itu baru. Sholat Ied Fitri hanya bersama tetangga terdekat atau keluarga saja, bagiku hal yang baru. Bahkan tiada Mudik saat berlebaran, tentu itu sangat baru (maklum kaum Urban hehe). 

Tata cara pelaksanaan baru mewarnai berjalannya tahun kembar, tahun 2020. Angka “20” yang berulang menunjuk tahun ini, 2020. Tahun yang diawali keadaan darurat dari status pandemi virus. Tak berapa lama menjadi status Bencana Alam Nasional Non Alam. Sampai pada pelarangan transmisi manusia dengan judul Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Dan kini dimana mana telah mentatuskan pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). 

Hari ini, Sabtu 25 Juli 2020, aku pun mencatatkan pada pengalaman baru, Apa lagi yang baru??? Adalah rencana sekelompok masyarakat tingkat komplek atau perumahan, atau RT mempersiapkan untuk penyelenggaraan Sholat Ied secara mandiri. Baru bagiku, sebelumnya dipersiapkan hanya oleh ormas islam atau pengurus masjid saja. 

Melalui pena via WAG, Ketua RT telah menginfokan atas rencana perhelatan keagamaan, dua rakaat yang diakhiri dengan Khutbah di Fasos komplek VTB. Meski dibilang sesuatu yang baru, tiada satu warga pun yang menanggapi berbeda. Bahkan respon warga sangat positif menyambut rencana tersebut. Tak sedikit warga  juga merasa lega, kebutuhan ibadah tahunan “Ideul Adha” bakal terlaksana di dekat rumah tinggal. 

Semakin nyata hal yang baru itu, di pagi ini, Sabtu 25 Juli 2020. Aku pun tergabung dalam suasana bhakti lingkungan/kerja Bhakti. Terlihat beberapa bapak : Eko, Baderi, Surya, Irwan, Juhani berada Fasos VTB sedang hangat berbincang memperhitungkan kapasitas jamaah Sholat, saat kedatanganku. Beberapa saat kemudian, bergabung bapak lainnya: Bayu S, Ibnu, Yanto, Ade, Iqbal, Afrian, Anwari hingga mengenapi 13 orang.

Tak berapa lama, lepas Fasos terlihat rapi, Pak RT pun menata suara demi forum kesepakatan. Satu demi satu persiapan rencana penyelenggaraan Sholat Idul adha di Perumahan VTB, mulai dibicarakan. Akhir pembicaraan pun sepakat bersama iringan tawa keakraban dalam kemesraan hidup bertetangga level masyarakat tingkat RT. 

Hidangan singkong dan pisang rebus dari Istri dan anak Pak RT pun menjadi saksi atas terbagi merata jatah tugas tugas demi kelancaran acara yang sangat baru di Perumahan Villa Tanah Baru/VTB. 

Berikut pembagian jatah tugas demi kelancaran acara yang sangat baru di VTB:

  1. Pemandu takbir dan MC: Haji Ade 
  2. Imam: Haji Anwari 
  3. Khotib: Pak Iqbal, Lc
  4. Perlengkapan : Pak Irwan, Pak Juhani, Pak Surya
  5. Protokol Kesehatan : Pak Afrian dan Pak Bayu
  6. Komandan penyelenggaraan: Ketua RT, Pak Eko

Akhirnya, aku yang bertempat tinggal bersama diantara mereka, agak sedikit malu, belum dapat bergabung di hari pelaksanaan. Aku terpaksa pulang kampung, demi setor muka cucu kepada kakek, menaruh rindu kepada orang tua. Dalam hatiku lirih berbisik “terlalu sayang, melewatkan hal baru, sesuatu yang monumental, bisa juga dibilang bersejarah di VTB” . Pungkasan, semoga acara baru, sholat Ied adha berjamaah di VTB berjalan lancar. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Idul Adha pada suasana baru

  1. Wes pokoke iso gayeng, seneng, kerja bhakti ngiras olah raga pak. Sejarah baru vtb ngadain sholat ied di lapangan badminthon.

    Suka

Tinggalkan komentar