
“Saya terus mendorong agar para fungsional arsiparis fokus pada bidang pekerjaan utama” kata Bapak Sumardi, Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi. Luar biasa, hari ini saya dipertemukan dengan pemantik semangat kearsipan.
Menurut beliau, kondisi saat ini, para fungsional arsiparis yang masih mengemban amanat organisasi pada urusan non kearsipan, akan mengganggu kinerja fungsional kearsipan. Meski amanat organisasi yang dipercayakan pimpinan tetap harus dihormati, namun prioritas kinerja utama (butir kegiatan arsiparis), mutlak diperhatikan. Amanat organisasi yang menyimpang daei urusan kearsipan hanya menjadi nilai tambahan untuk para arsiparis.
4 Agustus 2020, saat tim arsip Ditjen Migas refreshing sekaligus rapat di luar kantor, disambut dengan serius oleh Bapak Sumardi. Meski rencana tim arsip Ditjen Migas, sekedar memanfaatkan ruang Rapat pada Gedung Badan Geologi KESDM, namun disambut dengan wejangan bermutu tinggi menaikkan moril kearsipan.
Aku pun tidak menyangka, memori Bapak Sumardi, sekitar 2016 saat menjalani peran fungsional auditor, masih dapat menggambarkan kondisi kearsipan Ditjen Migas. Kala itu, saat aku (arsiparis Ditjen Migas) menjadi obyek auditi bersamaan dengan unit kerja sebagai habitat kerjaku, terekam penempatan arsiparis yang dapat secara total melaksanakan pekerjaan kearsipan.
Terekam dalam memorinya dan pada hari ini, diruang rapat pada gedung 🏢 PPSDMBP Bandung, dalam jabatan administratator beliau menyambut dengan luar biasa. Dalam sambutan singkatnya, Bapak Sumardi memberikan apresiasi atas jalan pengabdian kepada organisasi dan negara melalui pelaksanaan jabatan fungsional arsiparis pada urusan kearsipan.
Akhirnya, tulisan ini menjadi saksi atas hasil ketekunan bahkan keteguhan dalam pilihan karir kearsipan. Bukan prestasi dan penghargaan saat ini, namun pasti diceritakan entah kapan dan entah oleh siapa. Seperti Bapak Sumardi, dalam jabatan struktural eselon 3 yang diembannya saat ini, menceritakan kembali informasi bernilai yang terekam dalam memorinya.
Siapa sangka, kejadian empat tahun lalu menjadi bahan yang memantik semangat para arsiparis yang menjadi pelaksana fungsi organisasi dalam naungannya. Bahkan kembali mengingatkan kembali atas jalan kearsipan yang telah kutiti selama 10 tahun.
Semoga berguna