
Menguak kembali memori masa SMP terantuk pada ingatan Gowes 16 KM setiap harinya. Belum jika di hari Jumat dengan 32 KM untuk turut pada kegiatan Pramuka di siang sampai sore hari. Napak tilas, memori kemesraanku di usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 1994 sampai dengan 1997.
Selama tiga tahun, aku menempuh pendidikan di SMP 2 Negeri yang beralamat Di Kelurahan Banyurejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta. Bukan menjadi pilihanku, urutan cadangan saat mendaftar di SMP Negeri 2 di kecamatan Sleman telah mengantarkanku pada perjodohan dengan sekolahan itu. Nilai EBTANAS murni atau lebih dikenal dengan NEM yang nyaris pada ambang batas bawah, membawaku merasakan gowes16 KM PP setiap harinya.
Kamis, 20 Agustus 2020. Aku dan Nayla (keponakanku) menyusuri jalan yang dulu pernah kulewati dengan sepeda BMX. Meski serasa nyebut Merk, namun sebenarnya menggambarkan satu dari jenis sepeda yang berukuran kecil khas untuk anak seumuran SMP.
Sembari bercerita kepada Nayla, aku menguak pengalaman teriknya mentari di tengah jalan persawahan. Kanan dan kiri jalan dihiasi hijaunya tanaman rakyat sebagai satu diantara sumber pendapatan.
25 tahun yang lalu, aroma persawahan mengiringi laju sepedaku demi mengenyam pendidikan. Aroma yang menusuk hidungku di pagi, siang maupun sore hari. Aroma yang melekat pada otaku, mengingatkan memori gowes 16 KM setiap hari.